Otak Pembobol Brankas Dihadiahi Timah Panas

120

PONOROGO – Satu per satu spesialis pembobol brankas besi dibekuk polisi. Terbaru adalah S, 26, warga Desa Pagerukir, Sampung; dan BP, 38, asal Pacitan, yang ditangkap pada Senin (25/3). Sebelumnya, petugas sudah lebih dulu membekuk SP, 37, dan RPS, 33, warga asli Sumatera Utara, sekitar empat hari lalu.

Berdasar informasi yang dihimpun Radar Ponorogo, S dibekuk di rumah istrinya di Jalan Srakung, Purbosuman, Ponorogo. Sementara BP ditangkap di rumah pacarnya di Babadan. Keduanya sempat berusaha kabur dari kejaran polisi saat ditangkap. Sebelum akhirnya tersungkur karena tembakan timah panas dari petugas yang mengenai kaki mereka. ‘’Saya kenal S di lapas saat menjalani hukuman,’’ kata BP saat dimintai keterangan di RSU Aisyiyah.

Para pelaku tersebut merupakan sindikat spesialis brankas besi jaringan lapas.  Total anggota mereka ada enam. Empat pelaku sudah ditangkap polisi. Dengan demikian, tinggal dua pelaku lain yang saat ini masih dalam pengejaran polisi. ‘’Kalau saya ikut pas membobol brankas di Ponorogo,’’ ujar BP.

Saat itu, BP bersama lima teman lainnya beraksi di BPR Balong pada Senin (11/2) sekitar pukul 03.00. Hanya saja, aksinya ketika itu gagal karena canggihnya teknologi keamaan yang dimiliki BPR Balong. Di hari yang sama, para pelaku melanjutkan aksinya membobol brankas besi di KUD Balong. Bedanya, BP bersama pelaku lainnya berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 8 Juta. ‘’Saya tugasnya membobol dan menujukkan arah,’’ tutur BP.

Berdasar keterangan penyidik, rupanya BP merupakan otak pencurian. Dari BP, para pelaku lain asal Sumatera Utara mendapatkan keterangan detail tentang lokasi yang akan dijadikan sasaran. Selain itu, dia bertindak sebagai pembobol. ‘’Ada satu yang ngawasi dari luar. Orangnya sudah tertangkap duluan,’’ sambung BP.

Kanit Resmob Polres Ponorogo Ipda Tidar Laksono mengatakan, kedua pelaku telah menjadi buron sejak dua pelaku lain dibekuk. Keduanya sempat melarikan diri ke Solo dan bersembunyi di Ngrayun, Ponorogo. Setelah dirasa situasi aman, keduanya balik ke tempat tinggal masing-masing. ‘’Kalau yang BP sembunyi di rumah pacarnya,’’ kata Tidar.

Selain di Ponorogo, sindikat juga beroperasi di beberapa daerah lain. Yaitu Kantor Indosat; Kantor Koperasi Ngariboyo; Koperasi Parang, Magetan; Kantor Indosat Karanganyar; dan Kantor Indosat Klaten, Jateng. ‘’Untuk daerah lainnya masih kami kembangkan,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, modus operandi yang dijalankan pelaku dengan mencongkel pintu gedung yang disasar. Menggunakan alat pemotong kunci dan obeng. Sebelum akhirnya mencongkel brankas besi menggunakan linggis. ‘’Untuk alat congkelnya berupa empat linggis, pemotong kunci, dan obeng,’’ ungkapnya. (mg7/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here