Madiun

Orang Madiun Melawan Pemberontakan September 1948

Tiada Lagi ”Lambang PKI” di Dahi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Kamis (1/10) mengingatkan Sarmini, 55, pada momen liburan ke Jawa Tengah tiga tahun lalu. Di sebuah tempat rekreasi, warga Desa Kresek, Wungu, Kabupaten Madiun, itu ditanyai alamat tempat tinggal oleh seorang wisatawan.

Respons lawan bicaranya ketika menjawab Madiun membuatnya dongkol. ‘’Apakah di Madiun banyak PKI (Partai Komunis Indonesia, Red)?’’ kata Sarmini mengulang ucapan orang yang tak dikenalnya itu.

Sarmini mengaku sakit hati kala mendengar pertanyaan semacam itu. Dia berusaha menjelaskan bahwa di Madiun tidak ada PKI. Tempat tinggalnya hanya lokasi terjadinya aksi pemberontakan melawan ideologi bangsa September 1948 silam. ‘’Anggapan bahwa orang Madiun itu PKI sering terjadi beberapa tahun lalu. Kalau sekarang sudah tidak, karena tahu kalau Madiun itu hanya ketempatan,’’ terangnya.

Tri Sugiarto, pemandu wisata Monumen Kresek, tidak jarang mendengar selentingan yang mengaitkan partai berlambang palu-arit itu dengan warga Madiun. Baik wisatawan luar daerah maupun mahasiswa yang tengah studi sejarah. ‘’Seolah muncul lambang PKI di dahi. Tapi, seiring berjalannya waktu, kesan itu terhapus,’’ ujarnya.

Ribuan nyawa gugur karena melawan pemberontakan PKI. Mulai warga biasa, ulama, TNI, hingga Polri. Sebagai bentuk mengenang perjuangan mereka, upacara penghormatan digelar di Monumen Korban Keganasan PKI 1948 setiap 1 Oktober. ‘’Tempat ini bersejarah karena titik balik ketika PKI mundur,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami usai upacara Hari Kesaktian Pancasila kemarin.

Kaji Mbing, sapaan bupati, menyebut bahwa pencetus PKI tidak lahir di Bumi Madiun. Menilik sejarah, Amir Syarifudin berasal dari Sumatera dan Muso dari Kediri. Sebaliknya, masyarakat Kabupaten Madiun yang kali pertama melawan kelompok tersebut. ‘’Pada 1 Oktober Madiun kembali ke pangkuan. Bertepatan diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close