Ngawi

Orang Gila Berulah, 6 Kios di Alun-Alun Terbakar

Perbaikan Ditarget Tuntas sebelum Desember

TERBAKARNYA enam kios di sisi timur alun-alun Ngawi Senin (18/11) menambah pekerjaan rumah (PR) dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga setempat untuk mengembalikan kondisi kawasan itu seperti semula. Sebab, sebelumnya membran lapangan tenis di lokasi tersebut rusak diterpa angin kencang. ‘’Kami akan segera perbaiki kios yang terbakar. Mungkin dalam dua minggu ini tuntas,’’ kata Plt Kepala Disparpora Ngawi Raden Rudi Sulisdiana.

Rudi menyebut, pihaknya telah berdialog dengan pemilik kios yang terbakar tersebut. Hasilnya, mereka mengaku ikhlas barang dagangan beserta berbagai perabot miliknya hangus terbakar. Sebab, hal itu dinilai akibat faktor kelalaian pribadi. ‘’Dalam waktu dekat akan dibersihkan agar mereka bisa beraktivitas kembali,’’ ujarnya.

Pihaknya bakal memanggil tukang untuk menghitung biaya perbaikan enam kios yang terbakar itu. Proses perbaikan ditargetkan selesai sebelum memasuki Desember. ‘’Secepatnya direhabilitasi. Kami masih hitung berapa dana yang dibutuhkan,’’ ungkap Rudi.

Rudi mengamini selama ini tak ada sekuriti yang berjaga di alun-alun. Namun, pihaknya telah memasang CCTV di sejumlah titik untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan. ‘’Mungkin sedang kelaparan,’’ imbuhnya soal orang gila yang diduga ’’menyusup’’ ke sebuah kios.

Menurut dia, pedagang mestinya membawa pulang barang berharga di kios sekitar alun-alun saat malam hari. Namun, mereka berdalih berat biaya lantaran harus bolak-balik mengemasinya, sehingga harus ditinggal di kios. ‘’Ketentuannya memang tidak boleh meninggalkan barang berharga. Bila perlu, malam hari dikosongkan,’’ tuturnya.

Rudi menambahkan, selain barang dagangan, puluhan otopet senilai total puluhan juta yang disewakan korban ikut hangus dilalap api. ‘’Ada lebih dari 50 (otopet), jadi cukup banyak,’’ pungkasnya. (gen/c1/isd)

Di Keras Kulon dan Kedungprahu Api Hanguskan Rumah

LUDES: Warga bergotong royong membersihkan sisa-sisa perabotan di rumah Suyanto yang telah berubah menjadi arang.

NGAWI, Radar Ngawi – Amuk si jago merah terjadi di tiga tempat berbeda dini hari hingga Senin pagi (18/11). Kali pertama kebakaran menimpa enam kios di sisi timur Alun-Alun Merdeka, Ngawi. Biang kebakaran itu diduga orang gila (orgil) yang memasak di sebuah kios.

Dahsyatnya amukan api membuat seluruh barang dalam kios yang digunakan berjualan makanan dan mainan itu tak dapat diselamatkan. ‘’Semuanya habis. Saya tahunya setelah dikabari teman,’’ ujar Sutrisno, salah seorang penyewa kios.

Sutrisno mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30. Informasi yang didapatnya, awalnya ada orang tak dikenal masuk ke kios miliknya. Lalu, memasak mi dengan kompor.

Seorang pedagang yang tengah berada di tempat itu, kata dia, sempat menegurnya. Namun, perempuan yang tidak diketahui identitasnya itu justru marah-marah dan tak mengindahkan teguran. ‘’Mungkin setelah memasak mi, kompor lupa tidak dimatikan dan apinya merembet ke bangunan. Ini keteledoran saya juga,’’ ucap Sutrisno.

Kobaran api, lanjut Sutrisno, lantas menjalar ke tiga kios lain yang disewanya. Pun, kios di sisi kiri dan kanannya ikut terbakar. Sementara, seluruh perabotan termasuk kulkas, kompor gas, dan televisi hangus menjadi arang. Stok mainan milik anaknya yang biasa dijual di taman lalu lintas tak luput dari amukan si jago merah. ‘’Biasanya (mainan) memang ditinggal di kios. Sorenya dijajakan di sekitar taman,’’ terang warga Desa Kandangan, Ngawi, itu.

Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP M. Khoirul Hidayat menuturkan, perempuan yang memasak mi di kios yang disewa Sutrisno itu diduga menderita gangguan jiwa. Pun, pelaku telah diamankan beberapa saat usai kejadian. ‘’Sudah (diamankan) di polsek kota,’’ kata Khoirul.

Di waktu nyaris bersamaan, kebakaran terjadi di Dusun Tejo, Keras Kulon, Gerih. Api melalap rumah Satinah, warga setempat. Termasuk dua ekor kambing milik perempuan itu. Bermula saat korban mengukus jagung untuk dijual di pasar pada Minggu sore (17/11). Hingga Satinah tidur, tungku dibiarkan menyala.

Nahas, api tungku tanah tersebut diduga merembet ke bangunan dapur sebelum akhirnya membakar bagian belakang rumah beserta isinya. Saat sejumlah tetangga mengetahui kejadian tersebut, api sudah telanjur membesar.

Hanya berselang 2,5 jam, kebakaran giliran terjadi di Dusun Pilangbangu, Kedungprahu, Padas. Api menghanguskan rumah Suyanto, 45, warga setempat. Imbasnya, bagian depan rumah beserta sejumlah perabotan seperti televisi, lemari, uang Rp 1 juta, dan sebuah mobil Toyota Kijang berubah menjadi arang.

Tak hanya itu, Suyanto harus dilarikan ke RS Widodo lantaran mengalami luka bakar ringan saat mencoba menyelamatkan mobil Kijang nopol AE 1319 KJ miliknya dari amukan api. ‘’Api berhasil dipadamkan setelah kami terjunkan satu mobil damkar,’’ ujar Catur Sriwiryanto, kasi Pengendalian dan Operasional Damkar Satpol PP Ngawi.

Kebakaran tersebut diduga akibat keteledoran Suyanto. Saat memindahkan bahan bakar dari kendaraan mobil kelir merah itu, percikan bara rokok yang tengah diisap korban menyambar jeriken yang tak jauh dari kendaraan tersebut.

Mengetahui hal itu, Suyanto berusaha mendorong kendaraan menjauh dari rumah. Namun, api keburu merembet ke bangunan dan sempat menyambar bagian kanan tubuh korban. ‘’Kami juga amankan delapan jeriken dari TKP,’’ sebut Kapolsek Padas AKP Pudjianto. (gen/c1/isd)

Ratusan Wahana Permainan Anak Milik Andri Ikut Ludes Terbakar

Telanjur Tambah Stok Hadiah Pancingan untuk Malam Tahun Baru

PASRAH: Andri mengais sisa barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari kiosnya yang terbakar.

Kebakaran di Alun-Alun Merdeka kemarin (18/11) juga menghanguskan ratusan wahana permainan anak milik Andri Setiawan. Pria 27 tahun itu pun harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.

=================

SUGENG DWI, Ngawi, Radar Ngawi

BONGKAHAN besi yang telah menghitam itu dipilah Andri Setiawan satu per satu. Sisa lelehan material plasik yang lengket pun perlahan dibongkarnya dengan tangan kosong. Gir berukuran kecil diambilnya, lalu dilempar bersama tumpukan barang serupa di kotak kardus.

Seakan tak memedulikan tangan yang berubah menjadi hitam dan teriknya matahari, Andri terus mengais sisa-sisa wahana permainan anak miliknya yang hangus terbakar. ‘’Siapa tahu masih laku dijual untuk modal usaha ulang,’’ harap Andri.

Warga lingkungan Pelem 1, Kelurahan Pelem, Ngawi, itu tak pernah menyangka ratusan wahana permainan yang biasa dipajangnya di sudut Taman Lalu Lintas Alun-Alun Merdeka saban sore bakal berubah menjadi arang. Barang-barang itu dilalap api saat ditinggal di kios milik ayahnya yang ikut terbakar. ‘’Setiap hari di tinggal di sini (kios, Red),’’ katanya.

Kerugian yang dialami Andri ditaksir mencapai Rp 80 jutaan. Bagaimana tidak, sebanyak 53 otopet, ratusan gambar styrofoam, hingga permainan pancingan ludes tak tersisa. Setidaknya, harga satu skuter listrik mini itu sekitar Rp 1 juta. Belum lagi Andri sengaja menambah stok hadiah pancingan untuk digunakan saat momen malam pergantian tahun mendatang. ‘’Sengaja beli sekarang. Karena kalau dekat malam tahun baru, barang sulit dicari,’’ ungkap Andri.

Pria 27 tahun itu menekuni usaha jasa permainan anak sejak 2014 lalu. Sebelumnya dia berdagang mi ayam keliling di acara wayangan. Saat pagi Andri membantu ayahnya berjualan makanan. Malam harinya dia menawarkan wahana permainan anak. ‘’Hasilnya lumayan. Cukup lah untuk menghidupi keluarga,’’ ucapnya.

Meski merugi hingga puluhan juta, Andri belum berpaling dari usaha yang ditekuni selama ini. ‘’Habis ini ngumpulin modal dulu, belum tahu dari mana,’’ akunya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close