Optimistis Pembahasan Raperda Klir Tahun Ini

67

NGAWI – Kalangan dewan tetap optimis bisa menyelesaikan pembahasan semua rancangan peraturan daerah (raperda) yang masuk dalam daftar program legislasi daerah (prolegda) tahun ini. Momen pergantian anggota dewan yang baru hasil Pemilu 2019 pada pertengahan 2019 dinilai bukan menjadi kendala.

Kabag Perundang-undangan Sekretariat DPRD Samsudin mengatakan, tahun ini raperda yang sudah masuk ada 16. Perinciannya, 11 raperda usulan eksekutif dan lima inisiatif komisi serta badan pembentukan perda (bapemperda).

Dia menyebut, semua raperda yang sudah masuk itu adalah produk baru. Kecuali raperda tentang RPJPD Ngawi 2005-2025 yang merupakan perubahan dari perda sebelumnya. ‘’Itu belum termasuk raperda reguler, misalnya penyusunan APBD dan sebagainya,’’ ujarnya kemarin (26/2).

Dari semua raperda itu, lanjut Samsudin, baru raperda inisiatif DPRD yang sudah dilakukan pembahasan awal dengan UNS. Sedangkan raperda usulan eksekutif, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Ngawi mengenai judul-judul yang akan diprioritaskan dibahas lebih dulu. ‘’Kami belum menerima rinciannya yang akan dibahas di masa sidang ke satu nanti,’’ tuturnya.

Samsudin menjelaskan, raperda usulan eksekutif di antaranya terdiri raperda tentang penanggulangan tuberkulosis, mekanisme pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi, serta retribusi menara telekomunikasi. Juga raperda tentang perumahan dan kawasan permukiman, retribusi pengolahan limbah cair, serta perubahan RPJPD Ngawi 2005-2025.

Sementara, lima raperda inisiatif DPRD di antaranya tentang BUMD, perlindungan dan pemberdayaan petani, kepemudaan, serta penyelenggaraan kesejahteraan lanjut usia. ‘’Nanti akan dibagi tiga, mana yang prioritas akan didahulukan,’’ ungkapnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here