Optimistis Logistik Pemilu Terdistribusi Tepat Waktu

37

PEMILU 2019 tinggal 11 hari. Komisi pemilihan umum (KPU) sejumlah daerah mulai mendistribusian logistik kebutuhan tempat pemungutan suara (TPS). Ada yang langsung ke panitia pemungutan suara (PPS) tingkat kelurahan/desa, ada pula yang melalui panitia pemilihan kecamatan (PPK) lebih dulu. Di Kota Madiun misalnya. KPU setempat memilih langsung ke PPS, namun baru 16 April nanti. ‘’Karena wilayah Kota Madiun tidak terlalu luas,’’ kata Ketua KPU Kota Madiun Sasongko.

Logistik yang dimaksud meliputi kotak dan surat suara, serta berbagai sarpras terkait pencoblosan di TPS. Jumlah surat suara 752.460 lembar, sesuai daftar pemilih tetap (DPT) plus tambahan dua persen. ‘’Untuk sementara semua logistik disimpan di gudang KPU di Wisma Haji. PPS akan mendistribusikan ke 605 TPS pada hari H coblosan (17 April),’’ terangnya.

Beda dengan Kabupaten Madiun. Lantaran daerahnya relatif luas, KPU setempat butuh waktu sampai tiga hari untuk pendistribusian. Rencananya, 12-14 April logistik dikirim ke PPK. Targetnya, 15 April sudah mulai bisa dikirim ke TPS. Sejumlah wilayah cukup menyulitkan proses distribusi. ‘’TPS terjauh di Sumberbendo, Saradan. Jaraknya jauh dari gudang logistik kami,’’ terang Ketua KPU Kabupaten Madiun Anwar Soleh Azarkoni.

Sementara di Ponorogo, distribusi logistik sudah dimulai sepekan ini. Rabu lalu (3/4), KPU setempat mendistribusikan kotak suara, alat coblos, tinta, formulir, serta surat suara, ke PPK. Ketua KPU Ponorogo Ahmad Fauzi Huda mengklaim sudah mengecek kondisi seluruh logistik yang didistribusikan. Proses tersebut memakan waktu dua hari. ‘’Insya Allah sudah tersortir yang dalam kondisi tak laik,’’ kata dia.

Fauzi mengatakan, pendistribusian logistik dibagi dua sesi. Sesi pertama menyasar daerah yang kondisi geografisnya cukup sulit dijangkau. Seperti Kecamatan Ngrayun, Pudak, Sooko, Ngebel. ‘’Untuk yang wilayahnya pegunungan kami dahulukan pagi hari. Sesi kedua siang hari kami lanjutkan pendistribusian ke daerah dataran rendah,’’ ujarnya.

Fauzi mengklaim, logistik yang dikirimkan aman. Sebab, pihaknya berkoordinasi dengan aparat keamanan. Dipastikan seluruh logistik telah sampai di tingkat kecamatan. Selanjutnya disimpan di gudang dan dijaga pihak keamanan. ‘’Distribusi logistik tahap kedua (khusus pileg) dimulai Sabtu kemarin (6/4),’’ jelasnya.

Meski terlambat, KPU Ngawi tetap optimistis proses pendistribusian logistik sesuai target waktu yang ditetapkan. Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni mengungkapkan maksimal pada H-1 coblosan semua logistik sudah tiba di TPS. ‘’Kami sudah buat perkiraan waktunya, mulai proses pengepakan sampai distribusi logistik nanti,’’ ungkapnya.

Jumat (5/4) lalu proses pengepakan logistik dalam kotak suara mulai dilakukan. Per 11 April nanti sudah mulai didistribusikan ke PPK. Ditargetkan 14 April semua logistik sudah di PPK. Sehari setelahnya, 15 April akan didistribusikan ke PPS. Pada H-1, 16 April, sudah diterima (TPS).

Untuk pendistribusian logistik, KPU setempat mengerahkan 25 truk. Estimasinya, satu hari tiga sampai empat kecamatan. Mengenai kelengkapan logistik, sampai Jumat (5/4) lalu semua kebutuhan sudah lengkap. Kecuali 59 ribu surat suara pengganti yang rusak. (her/fat/mg7/tif/naz/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here