Magetan

Opsi Pinjam Nomor HP Orang Tua

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Puluhan ribu siswa di Magetan bakal menerima bantuan paket data internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mulai jenjang PAUD, SD, hingga SMP. ‘’Informasinya, 35 gigabyte yang diberikan setiap bulan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Magetan Suwata Rabu (2/9).

Suwata menyebut, siswa di 704 lembaga pendidikan menerima bantuan paket internet. Perinciannya, 18.803 siswa SMP, 38.371 siswa SD, dan 1.800 siswa PAUD. Khusus PAUD, jatah bantuan dan mekanisme penyaluran masih dibahas. ‘’Karena sebagian besar siswa tidak memiliki dan belum mampu mengoperasikan HP (handphone, Red),’’  ujarnya.

Disdikpora mempertimbangkan penyaluran pulsa ke bukan nomor HP pribadi siswa. Opsinya meminjam nomor HP orang tua siswa atau lainnya. Langkah itu kemungkinan bakal digunakan untuk siswa SD dan SMP yang belum punya gadget. ‘’Anak diharapkan punya nomor HP,’’ ucapnya.

Bagaimana perkembangan penyaluran bantuan? Suwata menyebut masih proses. Pihaknya tengah menyelesaikan input data siswa dan nomor HP ke data pokok pendidikan (dapodik). Tenggat terakhir 11 September. ‘’Bantuan otomatis dikelola Kemendikbud, bukan daerah,’’ tuturnya. (odi/c1/cor)

Waswas Acara Ormas

ACARA pertemuan salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Kelurahan Sarangan, Magetan, Rabu (2/9) bikin waswas GTPP Covid-19. Sebab, kegiatan itu terselenggara tanpa rekomendasi dari tim asesmen kelayakan operasional usaha (TAKOU). ‘’Sebetulnya tidak masalah, tapi kalau kembali muncul klaster, panitia harus bertanggung jawab,’’ kata Ferry Yoga Saputra, anggota tim asesmen.

Ferry menerangkan, pertemuan ormas itu sebelumnya sempat menjadi klaster penularan korona. Salah seorang peserta ternyata tertular virus yang kali pertama muncul di Wuhan, Tiongkok, tersebut. ‘’Akhirnya menular ke warga lain. Jadi, kali ini kami harus waspada,’’ ujarnya.

Ferry menyampaikan, panitia penyelenggara kegiatan telah membatasi jumlah peserta. Yakni, sekitar 50 orang. Tempat duduknya juga telah diatur. Meski begitu, dia ragu dengan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer. ‘’Selama tidak terjadi penularan tidak masalah,’’ kata kabid penegakan perundang-undangan satpol PP dan damkar tersebut.

Kegiatan itu juga membuat warga Sarangan waswas. Menurut Heri Suyanto, salah seorang warga, beroperasinya hotel bukan berarti sebuah acara mudah digelar. Apalagi yang mengundang banyak orang. ‘’Kalau untuk seminar bisa dilakukan daring,’’ ujarnya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close