Operasional Air Mancur Alun-Alun Berbiaya Tinggi

253

PACITAN – Warna-warni air mancur di alun-alun menjadi magnet bagi masyarakat Pacitan. Pun, tak sedikit warga wilayah pinggiran yang sengaja datang demi melihat semburan air yang bisa menari-nari itu. Sayang, air mancur tersebut tidak menyala setiap saat. Melainkan hanya setiap Sabtu malam.

Pemkab berdalih hanya memfungsikan air mancur setiap Sabtu malam karena terbentur biaya tinggi. Kebutuhan listrik sekali atraksi dengan durasi dua jam saja menyedot daya listrik 30.000 watt. ‘’Makanya, kami nyalakan malam Minggu atau saat hari besar saja,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan Edi Djunan Ahmadi kemarin (20/12).

Selain persoalan cost, Djunan menyebut air mancur alun-alun hanya dinyalakan sepekan sekali agar pengunjung tidak cepat bosan. Pun, kata dia, fasilitas serupa di sejumlah daerah lain tidak dioperasikan setiap hari. ‘’Kalau air mancur biasa di taman seperti Bapangan dinyalakan setiap hari,’’ ujarnya.

Sebelumnya, pembangunan air mancur di alun-alun tersebut sempat mendapat tanggapan negatif sebagian warga. Pasalnya, menghabiskan dana lebih dari Rp 1 miliar.

Sementara, beberapa pekan lalu pengunjung alun-alun sempat dibuat kecewa lantaran air mancur di lokasi tersebut tidak berfungsi. ‘’Padahal banyak yang datang,’’ ungkap Suminah, salah seorang pedagang yang biasa berjualan di alun-alun.

Menurut Suminah, kala itu sejak petang warga sudah berjubel di sekitar air mancur. Namun, ditunggu hingga sekitar pukul 22.00 tidak tampak tanda-tanda menyala. ‘’Kalau kondisi sepi beberapa hari terakhir karena turun hujan,’’ sebutnya.

Dia berharap air mancur dinyalakan lebih sering. Pasalnya, adanya fasilitas tersebut mampu mengerek omzet penjualan dagangannya. ‘’Kalau mancurnya setiap malam pasti ramai terus,’’ ucapnya. (mg6/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here