Omzet Pedagang Pasar Sementara Susut Drastis

66

PONOROGO – Dua pekan menempati pasar sementara, rezeki pedagang Pasar Legi Songgolangit dan eks pengadilan belum sepenuhnya pulih. Bahkan, omzetnya berkurang hingga 50 persen secara keseluruhan.

Sekretaris Perhimpunan Pedagang Pasar Legi Songgolangit Shenkli Fauzi memperkirakan butuh waktu lebih dari sebulan untuk memulihkan ekonomi pedagang sebagaimana berjualan di pasar lama. Apalagi, saat ini konsentrasi pembeli terpecah lantaran belum seluruh pedagang boyongan ke pasar darurat senilai Rp 6,8 miliar tersebut. ‘’Rata-rata penurunan penjualan berkisar antara 20 sampai 40 persen,’’ katanya kemarin (17/1).

Fauzi boyongan bersama sedikitnya 1.332 pedagang dari Pasar Legi. Sementara dari eks pengadilan sebanyak 256 pedagang yang telah boyongan. Kolega pedagang dari eks stasiun urung menyusul lantaran masih menolak direlokasi. Selama dua minggu di pasar sementara, Fauzi tak menutup mata sempat ada sejumlah kendala yang dialami pedagang. Mulai atap bocor di los 2 hingga matinya lampu penerangan di beberapa los. ‘’Minggu kedua ini sudah mulai dibenahi,’’ ujarnya.

Fauzi mencoba maklum atas kondisi ini. Dia menilai, relokasi pasar, di mana pun itu, akan selalu seperti ini. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menghidupkan kembali riuh transaksi. Tidak hanya bagi pedagang, juga pembeli. ‘’Kadang tidak hanya sebulan. Adaptasinya bisa sampai dua tiga bulan. Perlahan, pembeli sudah mulai hafal letak pedagang langganannya. Memang semua butuh waktu,’’ tutur Fauzi.

Sejumlah pedagang yang ditemui Radar Ponorogo di pasar sementara turut menyuarakan hal serupa. Astin Tarlina, pedagang sayur mayur yang dulu menempati eks pengadilan, menyebut pendapatannya per hari berkurang 40 persen. Awalnya, Astin mampu meraup untung minimal Rp 1 juta setiap hari. Dua minggu berjualan di pasar sementara, omzetnya tinggal Rp 600 ribuan. ‘’Pedagang lainnya juga begitu (mengalami penurunan omzet, Red). Ya harapannya eks stasiun bisa direlokasi ke tempat yang sama supaya pasar bisa kembali seperti biasa,’’ ucapnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here