Madiun

Omzet Pedagang Makanan Sunday Market Turun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Genap dua bulan Sunday Market di Taman Lalu Lintas Bantaran Kota Madiun berjalan. Namun, perputaran uang belum bisa dihitung. Hasil dari pasar mingguan itu belum sepenuhnya dirasakan sejumlah pedagang. ‘’Mungkin bertahap. Sudah agak bertambah, tapi masih jauh dibanding saat di car free day (CFD) Jalan Pahlawan,’’ kata Diana Rizki Armeynda, salah seorang pedagang sosis, Minggu (6/10).

Biasanya, dia menyiapkan dua kantong plastik berisi 80 sosis. Kini dia hanya menyiapkan 20 sosis. Menurunnya pendapatan itu disiasati Diana dengan menambah berjualan minuman. ‘’Dulu di CFD cuma jajanan. Kalau sekarang ada minumannya untuk tambahan,’’ jelasnya.

Ketua Paguyuban Sunday Market Sriani mengamini pernyataan anggotanya itu. Penghasilan menurun drastis di Sunday Market. Namun, dia tetap berjualan seperti biasa. ‘’Pelan-pelan sudah bertambah sedikit. Saat di CFD dulu, omzet bisa lebih dari Rp 1 juta. Sekarang belum sampai,’’ katanya.

Menurut Sriani, perlu proses dari awal lagi. Adanya event yang digelar setiap Minggu disebut cukup membantu. Dia juga memikirkan cara agar pengunjung betah berjalan-jalan di Sunday Market. Sebab, meski waktunya lebih panjang, tapi pengunjung sepi sejak pukul 09.00. ‘’Karena panas sekali, kalau pedagang ada tutupnya. Pengunjung mungkin kepanasan,’’ ujarnya.

Akses masuk jalan juga jadi kendala di Sunday Market. Jalan utama turunan itu tidak rata. Sehingga pernah ada pedagang yang gerobaknya jatuh. ‘’Penjual soto waktu itu,’’ ungkap Sriani.

Pedro Riskianto, pedagang pakaian, juga merasakan hal serupa. Cuaca yang panas dan angin kencang membuat dagangannya sering beterbangan. ‘’Manekinnya saya copotin, karena dari tadi kena angin. Jatuh terus,’’ katanya.

Terkait penjualan, Pedro merasa di Sunday Market penghasilannya bertambah. ‘’Kebanyakan langganan yang sudah tahu waktu di CFD. Di Pasar Besar ketemu di sini, mencari-cari di sini,’’ katanya.

Delly Sulistyani, pedagang sandal, juga mengaku selama di Sunday Market penjualannya bertambah. ‘’Sepertinya tempatnya lebih strategis, sering dilewati orang. Waktu di CFD saya di depan DKT (RS Tentara), tidak terlalu ramai dilewati orang,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono tidak membantah perputaran uang di Sunday Market belum dapat dihitung. ‘’Sekarang belum ada. Ke depan harapannya meningkat,’’ katanya.

Akses masuk yang belum mulus tahun depan akan dibenahi. Pembenahan dilakukan bertahap. Pertama parkiran, sekarang sudah lebih teratur. Kemudian setiap minggu sudah ada event agar lebih ramai. ‘’Pelan-pelan ditampung dulu keluhan pedagang,’’ ujarnya.

Untuk rencana buka Sabtu malam, Gaguk tidak melarang para pedagang. Sebab, sudah jelas nomor lapaknya masing-masing. ‘’Tergantung pedagangnya mau atau tidak. Kalau mau mulai, silakan,’’ katanya. (mgd/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close