Ngawi

Olah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar

NGAWI – Inovasi muncul dari tempat pembuangan akhir (TPA) Selopuro, Kecamatan Pitu. Memanfaatkan keberadaan destilator, sampah plastik di TPA itu disulap menjadi bahan bakar. ‘’Ini baru penemuan awal. Jadi, belum bisa dipastikan jenis bahan bakar apa,’’ kata Kasi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Satria Bayu Senin (2/5).

Bayu mengatakan, semua jenis plastik bisa diolah dengan destilator untuk dijadikan bahan bakar. Namun, dari beberapa kali percobaan, jenis sampah plastik melar adalah yang paling baik. ‘’Sejak adanya destilator pada 2018, dengan beberapa kali percobaan akhirnya membuahkan hasil,’’ ungkapnya.

Hasil rebusan sampah plastik itu berupa minyak hitam menyerupai solar. Terbakar saat disulut api dengan bau khas plastik. Kendati begitu, Bayu belum bisa memastikan jenis bahan bakar yang dihasilkan. Sebab, belum ada standardisasi mutu seperti berapa kandungan oktannya.

Bayu mengatakan, untuk saat ini bahan bakar dari sampah plastik tersebut sebatas untuk sarana edukasi. ‘’Kadang karyawan di sini memakainya untuk bahan bakar mesin pemotong rumput,’’ ujar Bayu kepada Radar Ngawi.

Kendati sebuah kabar baik, penemuan tersebut bukan tanpa kekurangan. Setidaknya, biaya produksi masih terbilang tinggi. Sebab, bahan bakar yang digunakan untuk mengoperasikan destilator adalah elpiji yang harganya relatif lebih mahal dibanding solar. ‘’Gas metan di sini panasnya kurang untuk destilasi sampah plastik,’’ ungkapnya.

Bayu berharap agar penemuan tersebut bisa dikembangkan lagi. Setidaknya, untuk mengurangi jumlah sampah plastik di TPA Selopuro yang semakin hari semakin menumpuk. Untuk semua jenis sampah, TPA tersebut mendapat kiriman sebannyak 160 kubik atau sekitar 30 ton per hari. ‘’Paling tidak bisa dimanfaatkan untuk pengendalian sampah plastik dengan masa penguraian yang lama,’’ pungkasnya. (den/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close