Oknum Wartawan Pemeras Dibui Empat Bulan

39

MADIUN – Suhartono, 40, harus meringkuk di balik jeruji besi selama empat bulan dipotong masa tahanan. Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun itu lebih ringan sebulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). ‘’Terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan pemerasan,’’ kata Ketua Majelis Hakim Edwin Yudhi dalam amar putusannya kemarin (4/12).

Oknum wartawan Metro Jatim itu dinyatakan terbukti melanggar pasal 368 KUHP. Yakni memeras guru salah satu SDN di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Sebenarnya, ancaman hukuman maksimal pasal ini sembilan tahun. Suhartono yang telihat tenang selama sidang, menyatakan menerima vonis tersebut. ‘’Jaksa juga menerima putusan ini,’’ ujar Edwin.

Sebelumnya, JPU hanya menuntut warga Desa/Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, itu lima bulan penjara. Namun, majelis hakim menvonis lebih ringan satu bulan. ‘’Mempertimbangkan terdakwa bersikap kooperatif dan menyesali perbuatannya,’’ imbuh Edwin.

Diketahui, Suhartono kena operasi tangkap tangan (OTT) kala menerima uang Rp 700 ribu dari kepala sekolah salah satu SDN akhir oktober lalu. Modusnya, terdakwa menuduh korban selingkuh dengan menunjukkan sejumlah foto. Terdakwa mengancam akan memberitakan di korannya. Korban pun ketakutan hingga terjadi negosiasi mulai dari Rp 10 juta agar tidak ditulis.

Angka itu sempat diturunkan menjadi Rp 5 juta, karena korban tidak sanggup membayar. Namun, korban tak pernah merespons ketika Suhartono menanyakan kapan akan membayar. Akhirnya korban dan terdakwa dipertemukan oleh kepala sekolah. Kembali terjadi tawar-menawar hingga dua kali. Yakni, turun jadi Rp 3 juta dan berakhir Rp 700 ribu. Saat itulah polisi yang sudah dilapori kepala sekolah menangkap Suhartono. (mg4/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here