Oknum PNS ”Main” Politik, Kadispora Dipanggil Bawaslu

119

PONOROGO – Oknum PNS diduga ”bermain” politik. Dia kedapatan mem-posting status bermuatan politik di media sosial (medsos) Facebook dengan menggunakan nama akun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ponorogo. Status itu diunggah 28 Agustus 2018. Isinya seputar isu ganti presiden.

Tapi, belakangan posting-an itu sudah dihapus. Pun akun tersebut telah dinonaktifkan. Namun, sudah telanjur tersebar dan diberitakan media online lokal. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo pun tak tinggal diam mendapati temuan yang viral di medsos itu.

Jumat (31/8) lembaga pengawas pemilu tersebut memanggil Kepala Dispora Ponorogo Bambang Nurcahyo untuk diklarifikasi. Hanya, yang bersangkutan tak bisa hadir lantaran ada urusan keluarga. ‘’Kami punya kewenangan untuk mengidentifikasi lebih lanjut. Apalagi itu berpotensi kampanye,’’ kata Komisioner Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Bawaslu Ponorogo Juwaini.

Menurut dia, klarifikasi itu diperlukan agar tidak sampai memengaruhi publik. Apalagi diduga dilakukan oknum ASN. ‘’Kami masih dalam tahap mempelajari, itu akun resmi dispora atau bukan. Karena seharusnya pemerintah menjunjung netralitas dalam pemilu,’’ ujarnya.

Sebelumnya, bawaslu telah melakukan kajian antar-anggota untuk menyikapi temuan tersebut. Bahkan, mereka sudah menjadwalkan proses klarifikasi dengan kepala dispora. ‘’Karena setelah kami pantau, akun itu sudah tidak ada (nonaktif, Red),’’ ungkapnya.

Selain berencana memanggil kepala dispora, pihaknya juga menjadwalkan tahapan klarifikasi dengan pimpinan media online lokal yang mengunggah status bermuatan politik itu. ‘’Ini bukan termasuk laporan. Tapi, temuan. Bawaslu bisa menindaklanjutinya,’’ tegasnya.

Kepala Dispora Ponorogo Bambang Nurcahyo menyebut akun Facebook yang mem-posting status bermuatan politik tersebut bukan akun resmi dispora. ‘’Itu merupakan akun pribadi salah satu staf di tempat kami. Bukan akun resmi dinas,’’ jelasnya.

Setelah status itu viral, Bambang langsung mengambil tindakan. Dia telah memanggil staf tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban. Termasuk meminta anak buahnya itu membuat surat pernyataan tertulis permintaan maaf.

Bahkan, dia juga sudah melaporkannya ke Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. ‘’Saya langsung klarifikasi dan yang bersangkutan mengakuinya. Saya juga minta segera menghapus posting-an dan akun tersebut,’’ terangnya.

Bambang sangat menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, mencatut nama dispora. Sedangkan akun resmi dispora ditangani pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID). ‘’Saya tanya yang bersangkutan, katanya hanya iseng dan guyonan,’’ tandasnya. (her/c1/sat)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here