Oknum Pelajar Otaki Pencurian Rp 30 Juta

544

MADIUN – Pelajar SMA kelas XI menjadi dalang kasus pencurian onderdil sepeda motor senilai Rp 30 juta. Empat pelajar dan satu orang dewasa lalu diringkus Satreskrim Polres Madiun Kota di rumahnya masing-masing.  Mereka diduga kuat melakukan aksi pencurian di rumah yang dijadikan gudang di Perumnas Bumi Antariksa, Klegen, Kartoharjo, Kota Madiun. ’’Otak pencuriannya FM (oknum pelajar, Red), dibantu empat temannya. RS, SM, MT, dan IS. Korban punya toko di Pasar Njoyo (Srijaya),’’ kata Paur Humas Polres Madiun Kota Aiptu Mashudi.

Dari kelima tersangka tersebut, tiga di antaranya tercatat pelajar kelas XI SMA. Hanya saja, Mashudi enggan menyebut wilayah SMA bocah tersebut. Kejadian bermula saat salah seorang di antara mereka bermain bulu tangkis tak jauh dari TKP. Kala bermain, tiba-tiba shuttlecock terlempar dan masuk ke dalam sebuah rumah tak berpenghuni. Di dalam rumah tersebut banyak kardus berisikan barang-barang modifikasi motor di sekitar halaman rumah. ‘’Kemudian salah satu pelaku ini menceritakan ke teman-temannya, dan muncul niatan mengambil barang tersebut,’’ ujarnya.

Tepat 6 Februari lalu, pukul 23.00 mereka mulai menjalankan aksi dan perannya masing-masing. FM membagi tugas, dua berjaga di pelataran rumah sedangkan tiga lainnya yang menyelinap masuk ke dalam rumah dan mengambil barang-barang tersebut. ’’MT, FM, dan IS masuk ke dalam, yang RS dan SM berjaga di luar sambil menerima barang-barang curian itu,’’ jelasnya.

Ketiga tersangka ini dengan mudah masuk ke dalam rumah lantaran pintu utama tidak terkunci.  Sehingga kelima tersangka tersebut dengan mudah menguasai barang-barang tersebut. Merasa aman dengan aksi pertama, berlanjut  aksi pencurian selanjutnya. Total sudah tiga kali kelima tersangka ini mencuri di tempat yang sama. ’’Aksi kedua hari Minggu (12 Agustus 2018, Red) malam hari pukul 23.30. Ketiga kalinya pada Jumat (15 Februari 2019, Red) pukul 23.00,’’ paparnya.

Lanjutnya,  tersangka  FM dan RS terlibat dalam semua aksi pencurian. Sedangkan, tiga lainnya ikut mencuri di aksi pertama dan ketiga. Sebagian barang curian tersebut dijual online. Hasilnya dimanfaatkan bersama untuk kebutuhan ngopi  dan game online. ’’Juga ada yang dipakai untuk kepentingan pribadi,’’ terangnya.

Kini, berkas tiga dari lima tersangka di-split lantaran masih di bawah umur. Mereka adalah MT (16), FM (16), IS (17).  Lainnya, RS (18) dan  SM (20) yang diketahui bekerja di sebuah ekspedisi. Dari kelima tersangka tersebut, RS dan  MT yang berasal dari  Kabupaten Madiun. Lainnya tercatat penduduk Kota Madiun. ’’SM Josenan,  FM Pilangbango, dan IS Manisrejo,’’ bebernya.

Selanjutnya, kelimanya terancam  pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. ‘’Semuanya tetap akan diproses hukum,’’ tegasnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here