Oknum Kades Ngawi Kepergok Mencuri Sonokeling

158

MADIUN – Lebaran ini, warga salah satu desa di Kecamatan Karangjati, Ngawi dipastikan tak bisa sungkeman kepada kepala desanya. Sebab, oknum kades berinisial Bak itu kini mendekam di balik jeruji tahanan.

Setelah kepergok mencuri delapan batang kayu sonokeling di kawasan hutan KPH Saradan. Dia ditangkap bersama dua warga Pilangkenceng, Kabupaten Madiun oleh petugas polisi hutan (polhut) sekitar pukul 02.30. ‘’Kami menerima pelimpahan ketiga pelaku sekitar pukul pukul 04.00,” kata Kanitreskrim Polsek Saradan Ipda Agung Yudhirianto.

Dugaan aksi ilegal logging itu bermula ketika sejumlah petugas polhut mendengar suara mirip pohon tumbang sekitar pukul 02.30. Mereka pun bergegas mencari sumber suara di dalam hutan tersebut. Saat didatangi, ketiga pelaku tengah memotong pohon sono menggunakan gergaji mesin. Setengah jam pemantauan, petugas lantas melakukan penggerebekan. Ketiga pelaku kocar-kacir mendapati tamu tak diundang itu. Dua di antaranya berhasil ditangkap saat mencoba kabur. Seorang lagi diringkus ketika bersembunyi di semak-semak. ‘’Penyerahan sekaligus BB (barang bukti, Red) delapan batang pohon sono berbagai ukuran,’’ ujarnya.

BB itu diletakkan di sebelah timur Mapolsek Saradan. Bila versi polisi ada delapan batang pohon sono, di lokasi ada 11 batang. Perinciannya, lima batang sepanjang tiga meter; empat batang panjang 3,5 meter; dan dua batang panjang dua meter. Diameternya bervariasi mulai 10 sentimeter hingga 30 sentimeter. ‘’Tidak ada BB kendaraan yang dilimpahkan ke kami,’’ kata Agung kepada Radar Caruban.

Dia belum bisa berbicara banyak ihwal pencurian Bak dan kawan-kawan. Baik peran, motif, dan sudah berapa kali aksi panjang tangan itu dilakukan. Pun belum bisa memastikan kala disinggung salah seorang di antaranya adalah kades. Berdasar pemeriksaan sementara, ketiga pelaku mengaku wiraswasta. Dia membenarkan bila ketiganya merupakan warga Karangjati dan Pilangkenceng. ‘’Kami terus mendalami semua keterangan pelaku,’’ ujarnya. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here