Pacitan

Oknum Disparpora Makelari Wisma Atlet? Mahasiswa Surati Bupati Pacitan via Media Sosial

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan kesandung masalah. Oknum staf organisasi perangkat daerah (OPD) itu dituding jadi makelar sewa Wisma Atlet. Kabar miring itu diungkap Ahmad Rijaludin Yalu, mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Melalui surat terbuka kepada Bupati Pacitan Indartato di media sosial.

Dalam suratnya, Ahmad tidak nyaman saat menggunakan Wisma Atlet untuk penyambutan mahasiswa  di program studinya pada 6-8 September lalu. Namun, dia tidak menyebut alasannya. Melainkan membeber kronologis perlakuan oknum yang dianggap tidak semestinya.

Awalnya Ahmad Rijaludin dan panitia lainnya melakukan survei ke Wisma Atlet pada 29 Mei 2019. Mereka disarankan koordinasi dengan disparpora oleh penjaga Wisma Atlet. Dari koordinasi tersebut, dijelaskan prosedur penggunaan Wisma Atlet. Pun biaya sewanya Rp 1 juta hingga Rp 2 Juta.

Lantaran tarif belum pasti, mereka kembali mendatangi disparpora untuk menanyakan kejelasan pada 3 Juli lalu. Usai melihat kondisi dan fasilitas Wisma Atlet, staf disparpora memberikan tarif Rp 7 juta. Nominal tersebut tidak langsung disepakati.

Mereka kembali menanyakan biaya sewa kepada staf disparpora itu via WhatsApp 23 Juli lalu. Muncul kesepakatan biaya sewa Rp 1,5 juta. Itu untuk tiga hari. Bukti chat tersebut masih disimpannya.  Mereka pun datang mempersiapkan acara pada 3 September lalu.

Mereka disambut staf disparpora yang mengatakan biaya sewa Rp 10 juta. Dalihnya untuk biaya kebersihan, air, dan listrik selama tiga hari. Itu yang membuatnya tidak nyaman. Apalagi dia orang baru untuk urusan membuat acara.

Tanggal 4 September mereka ditelepon staf disparpora. Oknum tersebut menyampaikan biaya sewa bisa dinegosiasikan. Hingga akhirnya disepakati pengembalian uang Rp 5 juta. Bukti pembayaran pun dilampirkan. Hanya, Ahmad masih tidak nyaman. Sebab, kesepakatan awal hanya Rp 1,5 juta. Sedangkan informasi dari beberapa pihak menyebut tidak sampai Rp 2 juta.

Dia pun minta bupati Pacitan membina disparpora. Dia berharap agar hal tersebut tidak terulang. Termasuk bagi pihak yang akan menggunakan fasilitas pemerintah daerah lainnya. Surat tersebut ditembuskan kepada rektor kampusnya, ketua DPRD Pacitan, hingga tokoh masyarakat Pacitan yang dibuat 11 September lalu.

Hingga berita ini terkirim ke meja redaksi, Kepala Disparpora Pacitan Andi Faliandra belum bisa dikonfirmasi. Kontak telepon dan pesan singkat tak direspons. Sementara itu, Pimpinan DPRD Pacitan Sementara Ronny Wahyono belum menerima tembusan tersebut. ‘’Belum saya terima,’’ kata Ronny saat ditunjukkan surat terbuka yang viral di sejumlah medsos itu. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close