Oknum Dewan Diduga Terlibat Perusakan Rumah Mertua

189

MADIUN – Isu tak sedap mengemuka dari gedung perintis –julukan gedung DPRD Kota Madiun. Salah seorang oknum penghuninya diduga terlibat aksi perusakan sebuah rumah di Jalan Jatijajar gang III, Kelurahan/Kecamatan Taman. AK, begitu inisial namanya, disebut pada sepekan lalu melakukan perusakan; yang informasinya adalah rumah mertuanya sendiri. ’’Rumah mertua. Karena faktor keluarga itu, tidak dilaporkan,’’ kata Kapolsek Taman Kompol Sarwono.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, perusakan tersebut dilakukan Rabu malam lalu (15/8). Tanpa diketahui sebabnya, AK memecah kaca di salah satu jendela rumah milik NK, warga Jatijajar. Sarwono menerima informasi tersebut tak lama usai kejadian. Mendapati ada dugaan kejadian tindak pidana di wilayah hukumnya, Sarwono mencoba proaktif. Polisi sudah mendorong pihak yang dirugikan untuk melapor. Namun, pada akhirnya keluarga AK bergeming. ’’Hak mereka (untuk tidak melapor),’’ ujarnya.

Pun sampai sekarang tidak ada laporan maupun pengaduan dari pihak NK yang diterima Polsek Taman. Sarwono berusaha menghormati keputusan pihak NK. Polisi tidak mengusut dugaan kasus tersebut. ‘’Selama tidak ada aduan, kami tidak ada keharusan untuk bertindak. Kami berusaha menghormati karena masih keluarga,’’ kata dia.

AK tidak dapat dikonfirmasi. Dihubungi melalui telepon maupun WhatsApp, pentolan salah satu partai itu tidak menjawab. Informasi yang dihimpun, AK kemarin terbang ke Bogor bersama koleganya satu komisi. Keperluan studi banding di DPRD Kota Bogor terkait manajemen tata kota hingga Sabtu mendatang. Di lain pihak, informasi miring mengenai anggota dewan itu rupanya sudah sampai ke telinga Ketua DPRD Istono. Dia memerintahkan Badan Kehormatan (BK) DPRD untuk mencari tahu kebenaran dugaan kasus tersebut. ’’Saya sudah meminta BK untuk menindaklanjuti, lewat klarifikasi kepada yang bersangkutan (AK, Red),’’ ujarnya.

Istono menyayangkan kabar tak sedap itu. Kendati menurut dia yang melakukan hanyalah satu oknum anggota DPRD. Terlepas benar atau tidak. Namun, diakui Istono, DPRD mempunyai aturan tata laku yang harus dipatuhi para anggotanya. Wakil rakyat tidak boleh melanggar kode etik. ‘’Karena sudah menyangkut nama lembaga, dalam hal ini institusi DPRD, perlu ditelusuri kebenarannya seperti apa. Saya minta secepatnya diklarifikasi,’’ bebernya.

Dihubungi terpisah, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Bondan Pandji Saputro mengaku telah mendapat informasi terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh AK. Hal itu menjadi perhatiannya. Pandji mengklaim segera mengklarifikasi AK untuk mengetahui kejelasan duduk perkara dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan. Dia juga menyebut telah diminta Istono untuk menelusuri kebenaran kabar tak sedap tersebut. ’’Kami perlu menanyakan secara langsung seperti apa duduk perkaranya,’’ terangnya.

Pandji enggan berasumsi lebih jauh atas informasi simpang siur yang beredar (termasuk di lingkungan gedung perintis) sebelum dia menanyakan langsung kepada AK. Sebab, itu menjadi tugasnya sebagai bagian dari BK. ’’Semisal, apakah perusakan itu dilakukan sendiri atau oleh orang lain, ini kan belum dipastikan. Kami harus tahu dulu dengan mengklarifikasinya secara langsung. Kami akan coba mengklarifikasi secepatnya,’’ ujarnya kemarin sore. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here