Ojol Madiun Tuntut Prabowo Minta Maaf

99

MADIUN – Pernyataan calon presiden Prabowo Subianto di acara Indonesia  Economic Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta Selatan, Rabu lalu (21/11) memantik reaksi pengemudi ojek online (ojol) Madiun.

Puluhan driver yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ojek Online (KPOO) berunjuk rasa di depan Balai Kota Madiun kemarin (27/11). ’’Kami turun di jalan karena merasa dilecehkan, dihina martabat kami sebagai driver ojek online oleh saudara Prabowo,’’ kata Nanang Dwi Rahono, korlap aksi tersebut.

Dalam surat yang ditujukan kepada Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu, ada tiga hal yang menjadi tuntutan para driver.  Pertama, Prabowo harus meminta maaf kepada ojek online. Kemudian, menegaskan kepada Prabowo untuk tidak memandang sebelah mata pekerjaan mereka. Terakhir, menegaskan aksi mereka sebagai solidaritas  atas penghinaan Prabowo kepada ojek online.

‘’Kami mohon Pak Prabowo untuk meminta maaf, menarik  statement, atau mengklarifikasi pernyataannya,’’ tegasnya sembari menyebut aksi tidak bermuatan politik.

Massa berorasi dengan membawa sejumlah poster berisikan tulisan tentang tuntutan kepada Prabowo. Juga pernyataan yang menegaskan pekerjaan ojek online adalah pekerjaan berkah. Seperti tulisan Ojol bukan pekerjaan remeh, ojol itu pekerjaan barokah.

Bahkan, massa menyandingkan dengan para koruptor yang memakan uang haram. Jangan pandang sebelah mata pekerjaan kami, cara kami mencari rezeki halal, bukan koruptor. Begitu yang tertulis. ’’Kami bekerja ojek online untuk keluarga. Menurut pendapat kami, ini bukan pekerjaan yang hina, tapi pekerjaan yang mulia, halal, dan tidak merugikan orang lain,’’ bebernya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, massa mulai berkumpul di dekat patung Kolonel Marhadi alun-alun Kota Madiun sekitar pukul 09.00. Dari alun-alun puluhan driver berjaket hijau tersebut konvoi menuju Jalan Perintis Kemerdekaan di kantor DPRD. Niatnya, ingin membentangkan poster. Namun, pintu pagar tertutup rapat. Kemudian, massa beralih ke Jalan Pahlawan  depan Balai Kota Madiun. Lantaran tidak ada satu pun anggota DPRD yang mendatangi mereka, massa berangsur pulang. Terhitung, massa berorasi selama setengah jam.

Seperti yang diberitakan media massa, Prabowo menyoroti prospek karir lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menjadi driver ojek online. Dalam salah satu slide presentasi, Prabowo menjelaskan gambar atau ilustrasi. Ketua Umum Partai Gerindra itu menampilkan ikon topi berlambangkan SD, SMP, SMA, dan helm  ojek. Sembari berujar, setelah siswa lulus SD, SMP, dan SMA, maka akan menjadi pengemudi ojek. ‘’Sedih, tetapi ini kenyataan,’’ ucapnya sebagaimana dikutip Jawa Pos. (mg2/naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here