Objek Wisata Kumuh, Wacanakan Denda Kepada Wisatawan

48
PEKERJAAN RUMAH: Tambahan tempat sampah yang memadai di sekitar objek wisata di Pacitan mutlak disediakan pengelola jika ingin tidak terlihat kumuh.

PACITAN – Kunjungan wisatawan ke Pacitan yang membeludak selama libur Lebaran lalu menyisakan masalah. Mereka dituding betabiat buruk. Terutama dalam menjaga kebersihan objek wisata. Kebiasan para pelancong membuang sampah sembarangan membuat kumuh pemandangan. ‘’Hampir setiap hari selama libur Lebaran saya membantu membersihkan sampah di pantai,’’ kata Wasito, salah seorang pedagang di pantai Pencer Door, Pacitan, kemarin.

Meski tersedia beberapa tempat sampah di pantai tersebut, lanjut dia, banyak wisatawan membuang sampah sembarangan. Terlebih saat mereka jauh dari tempat sampah. Meski sebagian dikumpulkan, namun angin kencang menerbangkan sampah wisatawan itu hingga berserakan. ‘’Kalau sore banyak plastik bungkus makanan tersangkut di cemara udang atau sekitar pantai,’’ ungkapnya.

Sejatinya, dibanding luas pantai, jumlah tempat sampah yang tersedia kurang memadai. Hanya di beberapa titik ramai pengunjung. Seperti di sekitar tempatnya berjualan berjejer tempat sampah. Padahal, Lebaran lalu banyak wisatawan yang memilih mencari lokasi pantai yang lengang. Wasito berharap ini jadi evaluasi piha pengelola untuk menambah jumlah tempat sampah. ‘’Lebih banyak lebih bagus. Sampah yang tercecer akan lebih sedikit,’’ imbuhnya.

Terpisah Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Budi Hartoko tak membantah kondisi tersebut. Image harga makanan di objek wisata yang mahal membuat sebagian wisatawan membawa bekal dari luar kawasan objek wisata. Alhasil, sampah bungkus makanan para pelancong bertebaran di tempat wisata lantaran tak dibuang dengan baik. ‘’Padahal harga makanan di objek wisata relatif standar,’’ sebutnya.

Untuk mengantisipasi terulangnya kondisi tersebut, pihaknya bakal getol sosialisasi dan mengimbau para pengunjung yang berwisata di Pacitan. Pun tak menutup kemungkinan bakal menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang denda jika membuang sampah sembarangan di objek wisata. Opsi lainnya, meniru beberapa tempat wisata di daerah lain dengan memberi kantong plastik kepada wisatawan. Fungsinya, untuk wadah sampah mereka agar tidak dibuang sembarangan. ‘’Seperti di Malang, pemberian kantong plastik sudah dilakukan,’’ ungkapnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here