Nyoblos, Tetap Melaut dan Golput

18

PACITAN – Pesta demokrasi lima tahunan tak sepenuhnya menarik minat para nelayan di Pacitan. Khususnya mereka yang berasal dari luar daerah. Sejak beberapa bulan terakhir mereka menggantungkan hidup dengan melaut di perairan Pacitan. Sebagian dari memilih tetap melaut ketimbang menggunakan hak pilihnya. ‘’Ada yang baru berangkat setelah mencoblos, ada juga yang belum pulang dari melaut,’’ ujar Tumiran, salah seorang nelayan di Pelabuhan Tamperan, kemarin (17/4).

Tumiran memperkirakan puluhan perahu nelayan belum kembali ke dermaga. Mereka melaut sejak dua hari lalu. Kebanyakan nelayan yang berasal dari Jawa barat seperti Cilacap, Pekalongan hingga luar jawa memilih bertahan ketimpang pulang dan menggunakan hak pilihnya. Harga ikan yang sedang membaik plus sedang musimnya, membuat mereka memilih melaut. Apalagi ongkos pulang kampung ke daerah masing-masing juga tidak sedikit. ‘’Kalau nelayan andon (pendatang), ada yang dijemput pulang dengan bus oleh bos mereka,’’ terang warga Teleng, Pacitan, itu.

Tumiran menyebut sejak beberapa pekan terakhir memang sedang musim ikan layur. Para nelayan luar daerah berbondong-bondong ke Pacitan. Harga per kilogram ikan pipih panjang ini Rp 37 ribu hingga Rp 45 ribu untuk kualitas segar. Ratusan kilogram ikan bisa dibawa pulang sekali melaut. Sehingga, membuat nelayan memilih tetap melaut. ‘’Ada yang sehari melaut, ada yang dua sampai tiga hari. Tergantung perbekalan dan keberuntungan,’’ ucapnya.

Sementara untuk pulang kampung, para nelayan luar daerah lebih suka menggunakan jalur darat. Selain lebih murah, tingkat keselematan juga lebih tinggi. Sehingga, sebagian dari mereka yang pulang untuk nyoblos meninggalkan perahu di Dermaga Tamperan. ‘’Kalau yang gak pulang santai-santai tiduran di sini (dermaga),’’ ungkapnya.

Menurut Tumiran, hanya nelayan luar daerah yang enggan mencoblos. Sedangkan mayoritas nelayan lokal tidak melaut kemarin (17/4). Selain untuk mencoblos juga rehat sejenak menghindari gelombang tinggi. ‘’Saya juga baru datang tadi dari pagi. Sampai siang lihat coblosan,’’ jelasnya.

Kondisi Dermaga Tamperan kemarin memang relatif sepi dari biasanya. Hanya beberapa warga hilir mudik di sekitar kolam labuh. Aktivitas jual beli ikan juga berhenti. Pun beberapa nelayan memilih memperbaiki jaring atau menyiapkan kapal untuk melaut. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here