Nyaris Tiap Hari Terjadi Laka, Perempatan Barean Butuh Lampu Bangjo

35
PATAH TULANG: Korban laka teranyar di perempatan JLS, Barean, Ploso, Pacitan, Sabtu malam (7/9).

PACITAN, Jawa Pos  Radar Pacitan – Simpang empat Jalur Lintas Selatan (JLS), Dusun Barean, Kelurahan Ploso, Pacitan, butuh traffic light. Nyaris saban hari terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di lokasi tersebut. Teranyar, dua korban patah tulang. ‘’Sebaiknya diberi bangjo, ramai soalnya,’’ kata Abdul Malik, warga setempat, Minggu (8/9).

Laka lantas terbaru terjadi Sabtu (7/9) sekitar pukul 20.30. Melibatkan Honda Revo AE 6101 XF dan Suzuki Carry AE 1130 YA. Motor dikendarai Turito, 18, warga Desa Pagutan, Arjosari. Turito memboncengkan Wahyu Pambudi, 14, asal Desa/Kecamatan Arjosari. Sementara mobil dikendarai Wiyono, 44, warga Desa Sirnoboyo, Pacitan. ‘’Parah kecelakaannya,’’ sebutnya.

Insiden bermula saat Suzuki Carry melaju dari selatan hendak belok kanan (timur). Saat bersamaan, Honda Revo melaju kencang dari timur. Tabrakan terjadi saat mobil belum rampung belok. Pengendara motor nyungsep di depan mobil. Sementara pemboncengnya terlempar menghantam kaca depan mobil. ‘’Seminggu ini, sudah dua kali kecelakaan. Kalau tabrakan ringan sering, ibaratnya tiap hari ada,’’ ujar Malik.

Malik menyebut, sekitar lima kali laka lantas terjadi satu bulan terakhir. Namun, beberapa kejadian diselesaikan secara kekeluargaan. ‘’Selain jalan menuju Pantai Pancer Door, pagi lebih ramai karena banyak anak berangkat sekolah,’’ tuturnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Pacitan Ipda Amrih Widodo membenarkan insiden Sabtu malam (7/9) tersebut. Dua pemuda pemotor patah tulang. Turito tangan kiri, Wahyu Pambudi paha kanan. Sementara pengemudi mobil tidak terluka. ‘’Hasil olah TKP dan keterangan saksi, laka lantas disebabkan faktor manusia. Pengemudi Carry tidak mengutamakan jalur utama,’’ terang Amrih sembari menambahkan telah mengamankan kendaraan sebagai barang bukti.

Terkait kerawanan tempat kejadian perkara (TKP), Amrih mengatakan tiga kali insiden dilaporkan ke pihaknya selama 2019 hingga kemarin. Dia juga menyebut kebutuhan traffic light mendesak. Kendati demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. ‘’Kami sudah komunikasi dengan dinas terkait untuk dipasang TL (traffic light, Red) di perempatan tersebut,’’ ungkapnya. (den/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here