Ponorogo

Nyaris Sentuh 300 Kasus Terkonfirmasi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Inilah yang harus dipertimbangkan jika Pemkab Ponorogo ingin menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) SD dan SMP. Faktanya, kasus Covid-19 masih terus bertambah. Hingga Ponorogo kembali berstatus zona oranye. ‘’Pandemi belum berakhir,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni sembari menyebut kasus terkonfirmasi bertambah dua Senin (7/9).

Kedua pasien baru punya riwayat perjalanan dari luar daerah dan berkontak dengan orang yang kerap keluar daerah. Pertama, pasien kasus 293, laki-laki 32 tahun asal Pijeran, Siman. Dia sering bolak-balik Jakarta-Ponorogo. Sebelumnya, dirawat di rumah sakit dengan keluhan demam, batuk, dan nyeri perut.

Tak jauh beda dengan pasien kasus 294. Perempuan, 51, asal Ngrupit, Jenangan. Selama ini dia dirawat di rumah sakit dengan keluhan demam dan batuk. ‘’Suami dari pasien ini adalah sopir ekspedisi dan sering bepergian keluar kota,’’ beber Ipong.

Di sisi lain, terdapat tambahan empat pasien sembuh. Yakni, pasien 223 (Tambakbayan, Ponorogo), pasien 228 (Pupus, Ngebel), pasien 257 (Tumpuk, Sawoo), dan pasien 275 (Tambakbayan, Ponorogo). ‘’Jika terpaksa harus pergi-pulang dari zona merah, terapkan ekstradisiplin protokol pencegahan Covid-19. Satgas di tingkat desa juga harus meningkatkan monitoring kedatangan warga dari zona merah,’’ tegasnya.

Ipong minta masyarakat disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dalam beraktivitas sehari-hari. Mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan adalah kunci agar tidak tertular Covid-19. ‘’Tidak kalah pentingnya meningkatkan imunitas tubuh dengan berolahraga, gembira, dan berpikir positif,’’ imbuhnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close