Nyambi sebagai Penyiar Radio

142

TITIN Purwaningtyas merupakan perempuan multitalent. Bagaimana tidak, dia bisa menjalani dua profesi sekaligus. Selain sebagai guru, Titin juga bekerja sebagai penyiar radio. Pemilik nama udara Lita Syarief itu mengaku gampang-gampang susah membagi waktu antara mengajar dan menjadi penyiar.

Ada sejumlah alasan yang membuat Titin senang menggeluti dunia broadcasting. Semua itu bermula ketika dia masuk dalam program pertukaran pelajar di Thailand pada 2016 lalu.

Saat itu, dia diharuskan menyiapkan media pembelajaran sebelum menyampaikan materi kepada siswa. ‘’Guru harus komunikatif, karena itu saya pilih mengasahnya dengan menjadi penyiar,’’ kata perempuan kelahiran 1993 itu.

Dia melakoni itu semua dengan senang hati. Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilakoni dengan senang akan berbuah baik. Meskipun rutinitas menjadi penyiar itu selalu dijalani setiap pulang mengajar. ‘’Biasanya nggak pulang,’’ ujar warga Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo itu.

Titin mengaku dunia broadcasting sudah diakrabinya sejak masih duduk di bangku kuliah. Dia aktif menjadi penyiar di radio kampus. Karena itu ketika dihadapkan pada bidang penerangan, Titin merasa rileks. Apalagi, pekerjaannya sebagai guru memang menuntut dirinya harus mampu menguasai teknik komunikasi. ‘’Jadi, ibaratnya seperti pisau yang tak pernah diasah jadinya tumpul,’’ tutur anak ke dua dari tiga bersaudara pasangan Suroso-Mawati itu. (mg7/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here