Nurhida Oktaviana Urusi Bagian Teknis KPU Pusat

183

Nurhida Oktaviana mengemban tugas penting di bagian teknis KPU Pusat. Seiring kian dekatnya gelaran pemilihan umum (pemilu), waktunya semakin padat. Gadis asli Ponorogo ini juga sibuk mempersiapkan debat calon presiden beberapa hari lalu di Jakarta.

JALAN panjang harus dilalui Nurhida Oktaviana menduduki pekerjaannya saat ini. Dia bekerja di bidang teknis KPU Pusat, setahun terakhir. Dia masih ingat, saat harus bersaing dengan ratusan pelamar yang mendaftar ketika itu. Pun seleksi ketat harus dihadapi. Sempat pesimistis lantaran bidang ilmu yang dipelajari semasa kuliah tidak sesuai.

Masih ingat Nurhida saat harus mengantri di kantor KPU Pusat yang terletak di Jl. Imam Bonjol 29 Jakarta. Ketika itu dia hendak mengirimkan berkas persyaratan melamar setelah registrasi melalui online. Ada ratusan pendaftar yang juga mendaftar. Dia terheran nyaris setengah hari waktunya dia habiskan untuk menyetorkan berkas tersebut. Hatinya semakin ciut melihat saingannya tidak sedikit. ‘’Gak nyangka juga sebenarnya,’’ kata Nurhida Oktaviana yang asli Jalan Banowati, Purbosuman, Ponorogo itu.

Beberapa hari kemudian, dia mendapat panggilan untuk mengikuti seleksi. Pemanggilan via email itu sontak mengejutkannya. Waktu jeda antara pemanggilan dan seleksi digunakannya untuk mempersiapkan materi. Meskipun sebenarnya dia tidak tahu persis materi apa saja yang akan disajikan dalam seleksi. Ada puluhan soal yang harus dia jawab dalam tes tulis. Pun semua soal bersifat tematik. ‘’Ada masalah kemudian harus memberikan solusi terbaik,’’ lanjut lulusan Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Telkom Bandung, 2017 silam.

Usai mengikuti seleksi dia tidak berharap penuh bakal lolos seleksi selanjutnya.  Rupanya, takdir berkehendak lain. Dia dinyatakan lolos dan berhak mengikuti ujian selanjutnya. Bahkan dia lolos seleksi wawancara dan dinyatakan diterima. Usai diterima dia belum bernafas lega. Sebab dia harus beradaptasi dengan pekerjaan barunya tersebut. Mulai menyusun buku panduan yang bersifat teknis penyelenggaraan pemilihan umum hingga administrasi keuangan dan lain-lain. ‘’Hampir tiga bulan saya beradaptasi, kuncinya belajar,’’ tutur gadis kelahiran 1993 itu.

Dia juga harus menjaga kondisi tubuhnya agar tetap prima setiap saat. Sebab salah satu tugasnya adalah memvalidasi nama calon legislatif daerah maupun kota dari seluruh tanah air. Menjadi tim registrasi debat calon presiden beberapa hari lalu menjadi salah satu tugas beratnya. Tidak pandang siapapun, dia menerapkan sistem registrasi masuk ruang debat sesuai prosedur. Mulai scan barcode, wajah, hingga memakaikan gelang registrasi. ‘’Bangga pada diri sendiri, dapat bertemu dengan beliau-beliau langsung,’’ ucap bungsu dua bersaudara pasangan Sugeng Rahardjo-Indri Hartijah. *** (fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here