Pacitan

Nur Wulan Saridewi Sukses dengan Bisnis Jamur Tiram

PACITAN – Jamur bahan makanan yang lazim dikonsumsi. Mudah dijumpai di area lembab dan acap tumbuh di batang pohon. Ada beberapa jenis yang beracun sehingga membuat warga ragu mengosumsinya. Jamur tiram hasi budi daya dipastikan aman.

———–

MATAHARI belum beranjak dari peraduannya. Nur Wulan Saridewi mendahuluinya dengan cucuran keringat. Berbekal baskom dan pisau kecil satu per satu cetakan bulat itu diamati. Perlahan, gagang putih jamur tiram dipotong. Bergantian ratusan cetakan disusuri mencari jamur yang siap panen. ‘’Kalau telat panennya bisa kebesaran dan mati,’’ tuturnya.

Hampir tujuh tahun Wulan bergelut dengan jamur. Tumbuhan yang kerap muncul di batang pohon itu telah mencukupi kebutuhan ekonominya. Meski bisnis yang dilakoninya amat menguntungkan, namun warga Dusun Duduhan, Mentoro, Pacitan, itu sempat kesulitan. ‘’Awal menanam masih jarang yang kenal dan sulit memasarkannya,’’ ungkapnya.

Kala itu 2012,  jamur tiram masih terdengar asing. Terlebih jamur yang lebar berwarna putih membuat ragu calon pembeli. Mereka khawatir beracun dan berbahaya bagi kesehatan. Plus di Pacitan masih minim referensi jamur. ‘’Tapi setelah dijelaskan dan dibuktikan mereka tahu tidak berbahaya atau tidak beracun,’’ kenang Wulan.

Kini perempuan penyuka anggrek itu pun kebanjiran pesanan. Saban hari puluhan kilogram jamur laris terjual. Tak hanya untuk dimasak sendiri, sebagian lainnya dijual ulang. Harga murah Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu mampu menarik banyak pelanggan. Pun gencar mengenalkan para konsumen anyar untuk tak takut mengonsumsi spora tersebut. ‘’Dulu awal-awal jualaan masih sedikit yang laku. Tanamnya juga masih ratusan. Sekarang sudah ribuan,’’ bebernya.

Meski begitu menamam jamur bukan tanpa kesulitan. Tak jarang beberapa hama dan semut kerap menyerang jamur muda. Pun musim kemarau turut mengancam produksi. Cuaca panas dan pengap jadi musuh utama jamur yang tumbuh subur di tempat lembab. ‘’Kalau kemarau harus rajin-rajin menyiram,’’ jelasnya.*** (sugeng dwi/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close