Nur Prayitno Bangga Keahliannya Menyelam Diapresiasi Daerah Lain

18

MAGETAN – Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Magetan punya penyelam handal. Dia adalah Nur Prayitno. Di luar itu, dia juga merupakan atlet POSSI. Berbagai kejuaraan menyelam tingkat nasional pernah diikutinya.

Badan Nur Prayitno basah kuyub. Wajahnya juga tampak keletihan. Setelah mentas dari Waduk Klumpit usai mengikuti latihan gabungan (latgab) water rescue kemarin (10/4). Dia satu-satunya penyelam Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD profesional. Karena sempat menyandang gelar mantan penyelam nasional. ‘’Aktif sebagai anggota TRC karena dulunya terdaftar di Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI),’’ kata Nur.

Meski begitu, dia mengaku pengalaman dalam rescue mengevakuasi korban kecelakaan air baru kali dia ikuti setelah lulus pelatihan di Situbondo setengah dekade lalu. Sejak itu keahliannya dalam menyelam tersebut mendapat pengakuan. Beberapa kali dirinya dimintai bantuan tim rescue dari daerah lain untuk membantu penyelamatan korban laka air. ‘’Yang jelas ada kebanggaan tersendiri yang saya rasakan,’’ ungkap bapak satu anak itu.

Bekerja dengan banyak penyelam, ternyata tidak cukup mudah bagi Nur dalam sebuah operasi water rescue. Sebab, tiap penyelam tentu punya kemampuan yang berbeda-beda. Nur yang punya sertifikasi dari POSSI kerap mendapati penyelam yang kurang punya kemampuan atau daya apung di atas dasar air. Namun, sebagai sesama penyelam dia berusaha untuk memberikan bantuan.

Selain aktif di TRC, Nur juga rutin mengikuti pelatihan menyelam di POSSI. Dengan harapan, suatu saat dapat medali. ‘’Saya ingin berpartisipasi di berbagai perlombaan selam baik nasional maupun internasional,’’ ujarnya.

Dia juga mendorong teman-temannya yang ada di TRC untuk giat berlatih menyelam. Terlebih, keahlian yang dimiliki bisa dipakai untuk kegiatan sosial. ***(her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here