Pacitan

Noval Aditya Pratama, si Bocah Pencari Titik Kebakaran

Noval Aditya Pratama punya kepekaan tinggi terhadap kobaran api. Menjelajah wilayah yang dilanda kebakaran. Rasa kepeduliannya itu patut diacungi jempol karena temuannya langsung dilaporkan kepada warga.

=================== 

DENI KURNIAWAN, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

SEORANG bocah laki-laki membatu di belakang sejumlah petugas pemadam kebakaran (damkar). Matanya nyaris tak berkedip mengamati pasukan berbaju oranye itu menyemprotkan air ke arah api yang membakar lahan pohon jati Desa Bolosingo, Pacitan, Selasa (22/10). Ke mana pun mobil damkar berpindah titik, bocah yang tidak mengenakan alas kaki itu terus mengikutinya. ‘’Ada apa, Dik? Agak menjauh ya,’’ tegur salah seorang petugas kepada bocah yang diketahui bernama Noval Aditya Pratama itu.

Noval adalah anak yang memberi tahu perangkat desa setempat bahwa api sudah mendekati SDN Bolosingo. Informasi itu yang membuat tiga unit mobil damkar meluncur ke lokasi dan melakukan pemadaman. Gedung sebagai tempat belajar 96 siswa itu pun lolos dari amukan jago merah. ‘’Karena malam (21/10) sudah tahu kalau ada kebakaran di atas bukit. Jadi, saya menyusuri hutan untuk melihat api. Ternyata sudah semakin ke bawah dan mendekati sekolah,’’ beber bocah 16 tahun asal Desa Tambakrejo, Pacitan, itu.

Noval dikenal punya hobi aneh oleh warga setempat. Sudah dua tahunan ini mencari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain suka blusukan di kawasan hutan, dia tidak ingin api membakar rumah warga. Dalam petualangannya itu, Noval sering menemui api telah mendekati permukiman. Langkah pertama yang dilakukannya adalah menuju kantor desa. ‘’Kalau tidak tahu lokasi kantor desa, laporan ke orang yang dijumpai dalam perjalanan,’’ ujar pelajar kelas IX itu.

Noval biasa patroli mengendarai motor matik. Menjelajah hutan dan lahan lewat jalan perkampungan. Terkadang bersama teman sebaya, tapi lebih sering sendirian. Beberapa kejadian kebakaran yang ditemuinya seperti Desa Tambakrejo, Banjarsari, Klesem (Kebonagung), Gembong (Arjosari), hingga Punung. Tidak hanya karhutla, putra tunggal Dwi-Imam Suwarno itu juga mendatangi kebakaran pabrik tripleks Desa Sambong. ‘’Tidak dimarahi, tapi cuma diizinkan cari kebakaran setelah pulang sekolah,’’ kata remaja yang ingin menjadi polisi hutan itu. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close