Kebacut! Nomor Antrean Pasien RSUD Darsono Dijual

45

PACITAN – Sistem antrean di loket RSUD dr Darsono Pacitan acap menyiksa pasien. Sebab, mereka harus antre berjam-jam sebelum masuk ruang poli. Padahal, sebagian di antara  mereka ada yang butuh penanganan ekstracepat akibat sakit yang diderita. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup untung dengan mejual nomor antrean. ‘’Sempat ada yang seperti itu,’’ kata dr Iman Darmawan, direktur RSUD dr Darsono Pacitan kemarin (11/4).

Menurut Iman,  panjang dan lamanya antrean tak lepas dari membeludaknya pasien. Dia menyebut sejak beberapa bulan terakhir kunjungan warga untuk berobat naik signifikan. Dari 100 hingga 150 pasien per hari, saat ini mencapai 650 hingga 700 pasien. Jelas tak sebanding dengan jumlah resepsionis pencatat medical record pasien. ‘’Ada empat resepsionis, jumlah pasien itu belum termasuk yang daftar lewat aplikasi Whatsapp,’’ ujarnya.

Iman menambahkan sebelum pasien diperiksa di polis, harus mengantre untuk dilihat riwayat penyakit yang diderita. Setelah menerima berkas, pasien menuju poli sesuai jenis penyakitnya. Ini diklaim Imam sebagai biang lamanya antrean. Pasalnya tak jarang membuat pelayanan data lamban. ‘’Ini yang akan kami ubah,’’ janjinya.

Dalam dua pekan ke depan, pihaknya berencana menghapus antrean di resepsionis umum. Selanjutnya diganti di setiap poli. Sehingga, pasien datang langsung ke poli sesuai jenis penyakitnya. Cara tersebut, menurut Imam, terbukti ampuh diterapkan RS Indrianti Solo. Saat ini pihaknya masih berkutat menyiapkan perangkat dan teknologinya. ‘’Minimal ke arah situ. Atas isntruksi bupati kami akan lakuk itu supaya meringankan masyarakat,’’ jelasnya sembari menyebut cara itu juga otomatis bakal menghilangkan ulah oknum yang menjual tiket antrean.

Dia menilai, warga mendapat nomor antrean besar meski datang pagi hari lantaran beberapa pasien daftar melalui aplikasi Whatsapp. Pun dapat mengambil nomor antrean mulai pukul 03.30 dini hari. Dengan catatan satu orang mengambil satu nomor antrean. ‘’Dengan banyaknya pasien ini kami harus berubah demi pelayanan terbaik,’’ ucapnya.

Menurut Iman, membeludaknya pasien justru jadi awal yang baik. Kondisi tersebut menandakan tingginya kepercayaan masyarakat. Pun minim pasien yang harus berobat jauh ke luar daerah. Pihaknya telah meningkatkan pelayanan termasuk operasi yang dulu minim dilakukan. ‘’Opersi dulu sedikit, sekarang 25 hingga 30 pasien,’’ terangnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here