Nina Puspawardhani Tetap Tampil Menawan saat Mancal Sepeda

98

OLAHRAGA yang identik dengan keringat kerap dihindari kaum hawa. Tapi, tidak bagi Nina Puspawardhani. Cyclist Happy Monday Solo itu malah tergila-gila dengan olahraga bersepeda. Berkeringat dan tersengat cahaya matahari, tak masalah baginya. Bukan berarti dia mengabaikan penampilannya. Peserta Karismatik Cycling Community (KCC) ini tetap tampil cetar meski sudah gowes hingga puluhan kilometer. ’’Tidak boleh kucel,’’ ujar peraih podium 3 kelas Women Exhibition tersebut.

Perempuan 24 tahun itu punya trik tersendiri menjaga kulitnya yang berjam-jam disengat sang surya itu. Dia tidak akan lupa mengoleskan sunblock agar sinar ultraviolet itu tidak membuat kulitnya terbakar. Selepas finis, dia juga tak langsung mencuci wajahnya yang penuh peluh. Namun, membiarkan sejenak. ’’Biar adem dulu baru dibersihkan pakai toner,” ungkapnya.

Namun, tetap saja jerawat itu muncul pada wajahnya. Maklum saja, sebagai brand ambassador salah satu brand sepeda, penampilannya dituntut tetap menawan. Lipstick, bedak dan maskara harus dipakainya saat gowes. Riasan itu semakin membuat wajahnya kotor. ’’Kuncinya menjaga kebersihan, karena saya tidak ada perawatan khusus,’’ ujarnya.

Bukan hanya kulit wajah yang diperhatikan Nina. Kulit tangan dan kakinya pun. Dia tak suka warna kulitnya menjadi belang setelah bersepeda. Dia menggunakan deker sambungan untuk tangan dan kakinya. Sehingga, sinar matahari tidak langsung terkena kulitnya. “Memang ada budget tambahan. Namanya juga perempuan,” ungkap alumnus UNISRI Solo, itu.

Bukan hanya urusan kulit yang diperhatikan Nina. Rambut pun demikian. Mengenakan helm selama bersepeda, jelas saja membuat kulit kepalanya berkeringat. Praktis, rambutnya menjadi lepek. Jika dibiarkan bisa bercabang dan rontok. Tidak cukup hanya keramas menggunakan shampoo. ‘’Pakai vitamin juga. Supaya rambutnya tetap sehat,” jelasnya.

Oleh karenanya, setiap kali gowes, Nina membawa perlengkapan make-up lengkap. Tak hanya untuk touch up, tapi juga membersihkan. Apalagi, jika sudah bersepeda di kota dengan polutan tinggi. Masalah kulit itu kerap dia alami saat masih baru memulai bersepeda beberapa tahun silam. Sekarang, dia sudah lebih paham mengatasinya. ’’Sudah biasa berjerawat, tapi tetap harus dirawat,’’ pungkasnya. (bel/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here