Madiun

Nihil Pelaku IKM Tembus Pasar Global

MADIUN – Masih banyak pekerjaan rumah (PR) Dinas Perdagangan Kota Madiun. Salah satunya pengembangan komoditi ekspor di Kota Karismatik. Saat ini, baru satu komoditas yang bisa berhasil di pasar global. Itu pun dilakukan PT INKA (Persero). ’’Ya, hanya satu eksporter dan importer yang bersaing. Kami berharap pelaku IKM (industri kecil menengah, Red) bisa merambah pangsa pasar global,’’ kata Kabid Perdagangan Disperindag Kota Madiun Pundjul Wahono.

Dia memerinci, nilai ekspor pada 2018 mencapai Rp 758 miliar. Sedangkan nilai impornya mencapai Rp 1,9 triliun. Pihaknya sebenarnya mendorong para pelaku usaha IKM bisa merambah pasar global. ’’Selama ini penjualan lintasnegara baru dilakukan melalui ekspedisi pihak ketiga (via TKI, Red),’’ ujarnya.

Pundjul meminta pelaku usaha IKM secara masif menggunakan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE). Pasalnya, fasilitas yang diluncurkan pemerintah bertujuan menurunkan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan sehingga memacu produktivitas serta daya saing IKM. ’’Kami pun siap memfasilitasi para pelaku usaha IKM Kota Madiun untuk mengakses jejaring perdagangan seperti pameran, promosi, dan membangun jejaring eksporter,’’ paparnya.

Dia menyesalkan pelaku usaha IKM sambal pecel khas Kota Madiun masih melakukan proses promosi dan perdagangannya dengan proses ekspedisi. Kemudahan proses KITE seharusnya dapat memacu pelaku IKM Madiun untuk bisa bersaing di pasar global. ’’Kabupaten Blitar saja sudah bisa ekspor sambal pecel ke mancanegara,’’ sebutnya.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi dan Usaha Mikro (DPMPTSPKUM) Kota Madiun Maryanto mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mendorong para pelaku usaha IKM di Kota Madiun untuk bisa meningkatkan kualitas usahanya dan bisa bersaing di pasar global. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, pada 2017  ada sebanyak 23.276 pelaku usaha. Sedangkan, pada 2018 sebanyak 23.360 pelaku usaha. Dengan perincian 20.941 usaha mikro, 2.196 usaha kecil, dan 223 usaha menengah. ’’Kami juga memfasilitasi pelaku usaha IKM yang mempunyai potensi untuk ekspor. selain itu, pemkot sudah memberikan kemudahan dalam bentuk regulasi dan perizinan untuk ekspor,’’ jelasnya.

Potensi ini, lanjut Maryanto, bisa ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Madiun. Pihaknya sudah memfasilitasi kepada pelaku usaha dalam proses seperti prosedur ekspor, promosi, hingga pemasaran. ’’Jika mereka sukses, akan menjadi multiefek bagi para pelaku usaha IKM untuk segera mengikuti jejaknya,’’ pungkasnya. (mgd/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close