Ngebut, Salip Bus dari Kiri, Dua Tewas

381

NGAWI – Dua nyawa pengendara motor melayang seusai terlibat kecelakaan dengan bus Sugeng Rahayu di Jalan Ir Soekarno. Persis di jalur maut km 4-5 ring road barat masuk Desa Beran sekitar pukul 20.30, Sabtu malam (29/9).

Yang meninggal dunia itu Andri Veri Fandi, 30, pengendara Suzuki Shogun AE 3822 MI. Beserta Iput Hartanto, 34, yang diboncengnya. Keduanya warga Desa Tempuran, Paron. Ajal menjemput keduanya sesaat setelah Andi menggeber gas motornya kencang-kencang. Menyalip bus Sugeng Rahayu W 9682 UZ yang dikemudikan Rahmad Budiono, 30, asal Desa Jalen, Kecamatan Balong, Ponorogo. ‘’Keduanya menyalip bus dari sisi kiri,’’ kata Kanit Laka Polres Ngawi Ipda Cipto Utoyo membeberkan kronologi dari keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP).

Sebenarnya, dua pengendara Suzuki Shogun itu telah berhasil mendahului bus. Namun, usai mendahului, kendaraan roda dua itu langsung memotong jalur, ambil haluan kanan. Jarak yang masih terlampau pendek dengan bus yang baru disalip membuat kecelakaan tak terhindarkan. ‘’Keduanya yang tidak mengenakan helm itu luka serius di kepala,’’ ujar Cipto.

Andri dan Iput yang saat itu berjalan dari arah timur terpelanting ke arah utara. Keduanya tersungkur bersimbah darah sudah tidak bernyawa. Sopir bus Sugeng Rahayu yang panik spontan banting setir ke kanan. Menumbur Achmad Sobirin, 18, yang saat itu tengah menuntun Honda CB150R AE 5305 LU dari arah utara. Karena tak berposisi berkendara, Achmad masih bisa menghindar sekenanya. Meski, sepeda motor yang dituntunnya itu nyungsep ke bawah roda depan kiri bus. ‘’Achmad tetap dibawa ke rumah sakit karena babras di sekujur lengan dan kaki,’’ paparnya.

Jasad Andri dan Iput dibawa ke RSUD Soeroto untuk divisum. Polisi juga menahan sopir bus Sugeng Rahayu untuk penyelidikan lebih lanjut. Berikut mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan. ‘’Kasus ini jalan terus,’’ tegas Cipto.

Kecelakaan di km 4-5 ring road barat Ngawi tidak sekali ini. Lekat di ingatan, lima nyawa melayang atas dua kecelakaan, awal Agustus lalu. Menewaskan sepasang adik-kakak yang masih remaja. Juga, mengakhiri hidup tiga pemuda yang berboncengan telon (bertiga). ‘’Sebenarnya, kondisi jalan lurus dan lebar. Penerangannya pun cukup. Kecelakaan lebih disebabkan kelalaian pengendara,’’ bebernya. (mg8/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here