Ngawi Dijatah 420 CPNS, Kuota Honorer K-2 Hanya 34 Kursi

1282

NGAWI – Ratusan tenaga honorer kategori dua (K-2) lingkup Pemkab Ngawi harus gigit jari. Sebab, pemerintah pusat hanya memberi kuota 34 formasi dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 ini dari 271 tenaga honorer K-2. Sementara total formasi penerimaan CPNS Ngawi 420 kursi. ‘’Itu sesuai hasil rakor (rapat koordinasi) di BKN,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi Yulianto Kusprasetyo,  Minggu (9/9).

Dalam penerimaan CPNS 2018 ini, pemerintah membuka formasi khusus. Salah satunya, untuk tenaga honorer K-2. Namun, jatahnya masih jauh dari jumlah riil. Jika Ngawi dijatah 34 kursi itu hanya 12 persen. ‘’Keputusan Kemen PAN-RB maupun BKN sudah melalui pertimbangan matang,’’ ujarnya.

Salah satu pertimbangannya, faktor usia. Dalam Permen PAN-RB Nomor 36/2018, tenaga honorer K-2 yang bisa diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) di bawah usia 35 tahun per 1 Agustus 2018. Sehingga, 34 kuota kursi itu disesuaikan dengan peraturan tersebut. ‘’Kalau hitungan kami, sementara ini tenaga honorer K-2 yang berusia di bawah 35 tahun ya sesuai formasi tersebut,’’ klaimnya.

Di sisi lain, dari 34 kursi itu juga berpeluang tidak terisi. Sebab, selain persyaratan usia masih ada beberapa persyaratan lainnya. Untuk sementara Yulianto belum berani bicara teknis penerimaan CPNS tersebut. Termasuk kemungkinan jika formasi untuk tenaga honorer K-2 tidak terpenuhi. ‘’Kami baru menerima formasinya, untuk kejelasan teknisnya menunggu rapat di BKN Regional Jatim Rabu nanti (12/9),’’ jelasnya.

Terkait nasib ratusan tenaga honorer K-2 yang berusia lebih dari 35 tahun, saat rakor di Jakarta Jumat (7/9) lalu, hampir semua daerah mengusulkan agar diikutkan tes. Namun, usulan itu mentah karena harus memenuhi persyaratan dan perundang-undangan. Ada kabar tenaga honorer diangkat jadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ‘’Benar. Tapi sampai sekarang peraturan pemerintah (PP) tentang P3K itu belum ada,’’ tuturnya.

Di samping formasi khusus untuk tenaga honorer K-2, pemerintah juga menetapkan formasi khusus untuk pendaftar dengan nilai cum laude dan disabilitas. Untuk detailnya, Yulianto berjanji bakal segera mengumumkan dalam waktu dekat. Setelah formasi ditetapkan, pihaknya bakal segera menindaklanjuti dengan mengelompokkan sesuai masing-masing jabatan. ‘’Untuk hal-hal yang bersifat teknis mulai pendaftaran dan sebagainya akan kami umumkan setelah rapat di BKN Regional Jatim Rabu nanti (12/9),’’ janjinya. (tif/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here