Ngabuburide with Radar Madiun, Berbagi Bersama Penyandang Disabilitas

89

MADIUN – Event bersepeda yang digagas Radar Madiun dan komunitas bersepeda Madiun Raya Minggu (19/5) terasa berbeda dari biasanya. Bersamaan dengan bulan Ramadan, 60 cyclist dari delapan komunitas se-Madiun Raya itu mengusung kegiatan bertajuk Gowes Nambah Pahala.

Mengambil start di halaman kantor Jawa Pos Radar Madiun, peloton besar itu menuju panti asuhan Bananul Amanah, Dagangan. Kegiatan amal ditutup dengan buka bersama (bukber) di Radar Madiun. ’’Baru pertama ini komunitas bersepeda Madiun Raya adakan gowes nambah pahala kunjungan ke panti asuhan,’’ ujar Anim Maulana,  salah seorang panitia yang juga ketua komunitas FCCM.

Ide acara ini telah direncanakan sejak pekan pertama puasa. Diawali dengan mengumpulkan donatur untuk acara dan panti asuhan. Sebelum berangkat, ada kotak sumbangan berisikan dana tambahan dari para cyclist untuk disumbangkan ke panti asuhan. Total keseluruhan terkumpul Rp 6.472.000. ‘’’Antusias teman-teman luar biasa, terbukti donasi yang terkumpul lebih dari Rp 5 juta ini di luar dugaan kami,’’ ujarnya.

Ketua IPSM Sony Hendarto mengapreasiasi kegiatan Ngabuburide with Radar Madiun kemarin. Apalagi sejak bulan Ramadan dia jarang bertemu dengan teman-teman bersepeda. Jadi, acara ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi. Di mata Sony, bersepeda kali ini cukup menantang. Karena harus menahan rasa haus sebagai wujud menghomati cyclist muslim yang sedang berpuasa. ’’Sudah lama juga saya nggak bersepeda sore. Ini menarik dan asyik,’’ selorohnya.

‘’Satu hal yang membanggakan pesepeda Madiun bisa guyup meskipun klubnya banyak namun saat touring bisa bersama-sama,’’ imbuh Sony.

Perjalanan dari Radar Madiun menuju Sangen, Sewulan, Banjarsari Wetan, Dagangan dan tiba di panti asuhan khusus penyandang disabilitas. Pun, kedatangan peggowes ini disambut hangat oleh anak-anak difable. Berlanjut dengan menyerahkan donasi. ’’Senang sekali ada komunitas sepeda yang peduli dan mau datang ke panti kami. Ini adalah komunitas sepeda pertama yang berkunjung kesini,’’ kata Pimpinan Panti Asuhan Bananul Amanah Handik Indarwati.

Setelah bercakap santai dengan penghuni panti asuhan di penghujung acara puluhan gowes ini dihibur dengan penampilan salah seorang difable tuna netra. Menyanyikan lagu Jangan Menyerah dari D’Masive. Situasi berubah menjadi haru hingga tidak sedikit cyclist yang didominasi laki-laki ini sampai menitikkan air mata. ‘’Nggak sadar (menitikkan air mata,Red). Makanya tadi keluar (dari lokasi acara) karena nggak kuat. Kegiatan seperti ini baik untuk membangun rasa kepedulian,’’ kata Pujiono dari komunitas JCC (Joyonegoro Cycling Club) sekaligus peserta terjauh kali ini rumahnya Binade, Ngrayun, Kabupaten Ponorogo perbatasan dengan Pacitan. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here