Nelayan Tawang Keluhkan Kerusakan Lingkungan Laut

20

PACITAN – Masalah sampah tidak hanya terjadi di daratan. Di lautan pun sampah acap membikin susah. Saat ini nelayan di Pacitan tidak hanya dipusingkan cuaca yang kurang bersahabat akibat faktor alam. Tabiat buruk manusia yang membuang sampah sembarangan juga merugikan. ‘’Paling banyak sampah plastik yang nyangkut di jaring,’’ kata Joko, salah seorang nelayan di Pantai Tawang, Sidomulyo, Ngadirojo.

Menurut Joko, banyaknya sampah di laut memengaruhi hasil tangkapan ikan nelayan. Buktinya, sejak 10 tahun terakhir jumlah tangkapan kian menurun. Sementara, sampah yang terjaring kian meningkat. Dia menduga, banyaknya sampah di Samudera Indonesia membuat ikan enggan berkembang biak. Pun merusak habitat. ‘’Kadang sekali lempar jaring gak dapat ikan, tapi sampah,’’ terangnya.

Tak hanya terombang-ambing di lautan, sebagian sampah juga terseret hingga ke pantai. Di Pantai Tawang meski kerap dibersihkan nelayan setempat, namun selalu muncul sampah saban hari. Sebagian di antaranya melilit di tambang pengikat kapal nelayan. Padahal, pantai tersebut merupakan objek wisata lantaran keunikan barisan perahunya. ‘’Banyak yang terbawa sampai ke pantai,’’ ujarnya.

Tak hanya sampah plastik, sampah kayu limbah produksi juga mengambang lokasi labuh kapal nelayan. Akibatnya, lambung kapal yang terbuat dari fiberglass acap tergores dan rusak. ‘’Biasanya sampah kayu yang sering menggores lambung kapal, jadinya bocor dan harus ditambal,’’ paparnya.

Joko dan para nelayan lainnya berharap ada pemerintah sudi menangani sampah di laut. Pasalnya, sampah tersebut didominasi limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke sungai hingga bermuara ke laut. Pun eksistensi pantai, khususnya objek wisata terancam. ‘’Kalau kotor siapa yang mau berwisata ke pantai,’’ jelas warga Desa Wawaran, Ngadirojo, tersebut.

Sulis, nelayan lainnya, juga menyayangkan kondisi Pantai Tawang. Meski tak seramai objek Pantai Klayar dan Watukarung, sampah mengurangi keindahan Pantai Tawang. Padahal, keunikan barisan perahu di teluk tersebut jadi nilai lebih ketimbang pantai lain. ‘’Sebenarnya kalau ditata dan fasilitasnya dilengkapi pasti ramai. Tapi sekarang yang berkunjung hanya orang yang penasaran pas lihat gambarnya di medsos,’’ tuturnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here