Madiun

Nekat Terbangkan Balon Diatas Tujuh Meter, Sanksi Pidana Menanti

MADIUN – Aktivitas penerbangan balon udara saat Lebaran oleh sebagian masyarakat Ponorogo mendapat atensi khusus dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Dia meminta pihak kepolisian dan pemerintah daerah (pemda) setempat untuk mencegah aktivitas masyarakat tersebut. Karena dianggap membahayakan keselamatan penerbangan.

”Hasil identifikasi kami bahwa penerbangan balon udara sudah ada sejak lima hari lalu. Saya sudah menugaskan dirjen perhubungan udara dan AirNav untuk melakukan koordinasi dengan polda serta pemda,” kata Budi saat melakukan sidak kesiapan arus balik di Stasiun Madiun Sabtu (8/6).

Sejauh ini, menurut dia, pencegahan dilapangan berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan jumlah penerbangan balon udara yang menurun drastis dibandingkan saat Lebaran tahun lalu. ”Tapi, saya tidak bosan-bosannya mengingatkan bahwa kegiatan penerbangan balon udara melebihi 7 meter (dari permukaan tanah), itu salah. Dan, bisa dikenai pidana,” terang mantan Dirut Angkasa Pura II tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, ada sekitar 20 balon udara yang berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Ponorogo pada Kamis (6/6) lalu. Kasus paling banyak ditemukan di Kecamatan Somoroto. Disitu petugas mengamankan sekitar 15 balon udara. Lalu, di Kecamatan Jetis dua balon udara, serta masing-masing satu balon udara di Bungkal, Balong, dan Sampung. Sementara, kemarin, petugas kembali mengamankan empat balon udara di Siman, Somoroto, Sukorejo, dan Sampung.

Beberapa warga yang kedapatan membuat dan menerbangkan balon udara saat razia dilakukan juga telah diberikan teguran. Sebab, perbuatannya mereka itu dianggap bisa mencelakakan penerbangan pesawat. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close