Nekat Nyelonong meski Sudah Dilarang, Pengguna Jalan Labrak Aturan

47
NYELONONG: Para pengendara dari arah utara beramai-ramai menerobos pagar di Jalan Yos Sudarso yang dipasang Dishub Magetan.

MAGETAN — Para pengguna jalan rupanya masih belum sepenuhnya mematuhi rekayasa lalu lintas yang diterapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan. Pagar pembatas yang dipasang dishub untuk menutup Jalan Yos Sudarso digeser agar mereka bisa lewat. Dengan begitu, kendaraan dari arah utara dan selatan bebas nyelonong.

Pantauan Radar Magetan, dalam kurun waktu 15 menit, setidaknya ada 22 sepeda motor dari arah utara yang menerobos. Kendaraan itu menuju PBM dan arah alun-alun. Dua kendaraan lain dari arah pasar dan berbelok ke barat juga seenaknya nyelonong. Tampak pula dua becak dari arah utara yang menerobosnya sehingga membuat kendaraan dari arah barat menumpuk. “Saat ini kan masih tahap uji coba, jadi masih kami toleransi,” kata Kadishub Magetan Joko Trihono.

Sejatinya, digesernya pagar sisi barat itu untuk memberi jalan pengendara becak. Supaya mereka mudah menurunkan penumpang di depan pasar. Sayangnya, kelonggaran yang diberikan itu ternyata dimanfaatkan oleh pengendara lain. Terutama para pengendara sepeda motor. “Ternyata komitmennya tidak dipenuhi,” ujarnya.

Mendapatkan laporan banyak pelanggaran, Joko segera mengirim anak buahnya untuk meluruskan kembali pagar tersebut. Memang, selama ini Joko tidak menempatkan personel di lapangan. Personel hanya ditempatkan saat awal penutupan, sekaligus mengamankan arus lalu lintas saat mudik Lebaran lalu. “(Pagar yang digeser) sudah kami tutup lagi menggunakan water barrier,” tuturnya.

Bagi pengendara dari arah utara, menyelonong pagar tersebut memang membuat mereka sampai pasar lebih cepat. Tidak perlu memutar melewati area parkir timur. Namun, karena arus lalu lintas di sana sudah direkayasa, bakal menyebabkan kecelakaan jika dilanggar. “Sehingga, jika pengendara menerobos pagar, bakal terjadi crossing di titik tersebut. Bahaya kalau memaksa lewat pagar,” tegasnya.

Saat ini memang belum ada sanksi bagi pelanggar tersebut. Namun, jika rekayasa lalu lintas itu dipermanenkan, sudah tidak ada ampun. Pihak kepolisian bakal memberikan sanksi sesuai UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Akan dilihat dulu sejauh mana pelanggarannya. Nanti teman-teman dari kepolisian yang mengeksekusi,” katanya.

Joko memprediksi, paling tidak penutupan sebagian ruas Jalan Yos Sudarso menjadi area parkir PBM itu dipermanenkan Agustus mendatang. Bersama perubahan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan lain. Pun, Joko sudah mempersiapkan rambu-rambu agar tak ada lagi pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan. “Penerapan ini secara bertahap. Akhir Agustus sudah kami patenkan,” pungkasnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here