Nataru, PDAM Boyong Peralatan ke Sarangan

190

MAGETAN – Kawasan wisata Telaga Sarangan dipastikan padat pengunjung selama libur Natal dan tahun baru (Nataru). Akses menuju lokasi bakal macet. Pun potensi bencana alam longsor mesti diantisipasi. Karena itu, PDAM Lawu Tirta Magetan memobilisasi peralatan ke wilayah atas tersebut. ‘’Untuk antisipasi jika terjadi longsor mengenai pipa. Karena kalau sudah macet, tidak bisa lewat,’’ kata Direktur Teknik PDAM Lawu Tirta Wiyono kemarin (20/12).

Berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, perbaikan pipa terdampak longsor kerap tersendat. Kendaraan pengangkut peralatan tak bisa ke lokasi kejadian karena tidak bisa menembus kemacetan. Sehingga, jika peralatan sudah stand by hanya perlu personel yang ke lokasi kejadian. ‘’Jika hanya personel yang mobile, enak. Aksesnya lebih mudah menggunakan sepeda motor,’’ ujarnya.

Tak hanya menyiagakan peralatan perbaikan, PDAM Lawu Tirta juga menyiagakan personel stand by selama musim liburan tersebut. Setiap hari 30 personel disiagakan di 11 posko. Perinciannya, 20 petugas siaga di sembilan posko kantor cabang, enam personel di satu posko kantor pusat, dan empat personel di satu posko Sarangan. ‘’Kami tempatkan personel sesuai kebutuhan,’’ tuturnya.

Bahkan, dia menerbitkan surat edaran (SE) 800/981/403.501/2018 tentang Piket Cuti Bersama Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Itu juga untuk antisipasi pelayanan saat musim liburan. Sebab, konsumsi air warga meningkat dari biasanya. Peningkatannya 20 persen hingga 25 persen. ‘’Biasanya terjadi di wilayah Sarangan dan Magetan kota,’’ terangnya.

Itu lantaran banyak wisatawan yang menginap di Sarangan saat musim liburan. Sedangkan wilayah perkotaan, banyak PNS, pegawai swasta, dan anak sekolah menghabiskan liburan di rumah. Mengingat Nataru berbarengan dengan libur sekolah. ‘’Banyak aktivitas di rumah, otomatis konsumsi air juga meningkat,’’ jelasnya.

Untungnya, musim kemarau sudah usai. Sehingga pelanggan tidak akan mengalami gangguan pelayanan. Berbeda seperti saat musim kemarau lalu, pada jam-jam puncak, pelayanan PDAM terganggu. Pelayanan dibuat bergilir. ‘’Sekarang sudah mulai kembali seperti semula. Debit air sudah mulai meningkat,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here