Nasimin Membuka Jasa Salon Hewan Selama 16 Tahun

66
TELATEN: Nasimin mengikir tanduk seekor sapi di Pasar Hewan Ngawi.

Pekerjaan yang digeluti pria 60 tahun ini terbilang unik. Membuka jasa rias sapi dan kambing. Seperti apa pekerjaannya?

————–

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

HIRUK-PIKUK aktivitas jual beli di Pasar Hewan Ngawi tak membuyarkan konsentrasi Nasimin mengikir tanduk seekor sapi. Bagian tubuh yang semula lonjong itu mengerucut hingga menyerupai bentuk terompet. Aktivitas pria 60 tahun itu termasuk jasa layanan salon hewan. ‘’Saya sudah menggeluti pekerjaan ini selama 16 tahun,’’ ungkapnya.

Selain sapi, Nasimin juga mempercantik kambing. Tidak hanya tanduk, kuku hewan yang biasa dijadikan kurban itu tak luput sentuhan manikur dan pedikur. Dari semula kotor menjadi kinclong. ‘’Juga ada layanan pijatan,’’ ujarnya.

Jasa salon sapi yang digeluti Nasimin berawal dari merapikan tanduk sapi milik temannya. Dia merasa risih dengan kulit tanduk yang terlihat buruk dan tak rata. Berbekal pisau rumput, perlahan tanduk itu diparut. Tak disangka, hasilnya membuat kawannya gembira. Setelah itu, jasa rias hewan mulai berdatangan. ‘’Permintaan datang setiap hari, tidak hanya momen Idul Adha,’’ terangnya.

Dibantu menantu dan anaknya, Nasimin bisa memoles 20 ekor sapi dalam sehari. Berpindah dari satu pasar ke pasar lainnya di eks Karesidenan Madiun. Peralatannya komplet mulai tatah, gergaji besi, pisau kecil, hingga ampelas batu. Biayanya Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu bergantung paket yang digunakan. ‘’Kalau tanduk saja lebih murah,’’ katanya.

Bergelut dengan tanduk sapi, pengalaman tidak mengenakkan dialami Nasimin. Sapi memberontak hingga kabur. Juga tidak jarang mengalami cedera. Menyiasatinya, dia mengajak ngobrol dan mendoakan sapi. ‘’Kepalanya dielus pelan-pelan agar tidak berontak,’’ tuturnya. ***(cor/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here