Hijaukan Taman Kota, Pemkab Pilih Berkiblat Surabaya

100

PONOROGO – Pemkab tak bisa tutup mata. Masih ada taman kota yang tak karuan nasibnya. Sebut saja, taman Jeruksing. Untuk mengentaskannya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tak bisa sendirian. Harus menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) lain.

Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mendukung pengadaan penerangan jalan umum (PJU). Maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk pembenahan infrastrukturnya. ‘’Beberapa lokasi, seperti terminal ke utara, itu masih gelap. Padahal pintu masuk menunjukkan identitas. Di sana, kami juga akan mengembangkan taman hayati yang bisa menjadi rest area sekaligus sarana hiburan bagi masyarakat,’’ urai Kepala DLH Ponorogo Sapto Djatmiko

Urusan penghijauan, pemkab Ponorogo pilih berkiblat tata kota Surabaya. Anggaran Rp 100 juta bakal digelontorkan tahun depan. Melanjutkan penanaman 1.200 bunga di penghujung tahun ini. Tabebuia chrysantha atau tabebuya diyakini bisa membuat tata kota lebih berwarna. Karena menawarkan warna-warni hijau, kuning, putih, ungu dari aneka bunga. ‘’Ya seperti Surabaya-lah,’’ terangnya.

Di Surabaya, tanaman itu viral karena keindahannya. DLH berencana membeli bibit yang lebih beragam. Dibandingkan yang telah ditanam DPUPR di awal bulan ini. Nanti ditanam di jalan protokol untuk menyambut masyarakat luar daerah yang masuk Ponorogo. ‘’Ditanam di Jalan Suromenggolo dan seputaran alun-alun,’’ imbuhnya.

Sapto menyebut, jenis bunga yang akan dibeli intinya mengedepankan unsur keindahan lewat warna. Pengadaannya tidak berupa bibit. Tetapi tanaman dengan usia minimal dua tahun. Supaya, berbunga dalam hitungan bulan. Per tanaman ditebus kisaran Rp 200-300 ribu. ‘’Cari yang cepat tumbuh saja,’’ ujarnya. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here