Pacitan

Nasib Satu RT di Kembang di Tangan TGTP Covid-19

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hari terakhir masa isolasi, wacana lanjut atau buka kunci sementara (kuntara) satu RT di Dusun Krajan, Kembang, Pacitan, digodok tim gugus tugas penanggulangan (TGTP) Covid-19 setempat. Sebab, sejak diisolasi 30 Maret silam, wilayah tersebut masih jadi episentrum terbanyak penularan virus korona.

Dari total sembilan pasien positif Covid-19, lima di antaranya dari RT tersebut. Pun tak kunjung menunjukkan kesembuhan. ‘’Kami putuskan hari ini (kemarin, Red) dirapatkan. Apakah setelah pukul 00.00 dilanjutkan karantina wilayah atau dibuka,’’ kata Juru Bicara TGTP Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto Rabu (13/5).

Beragam faktor jadi bahan pertimbangan pembukaan lockdown wilayah tersebut. Senin lalu (11/5) pihaknya melakukan rapid test masal di dusun tersebut. Sebanyak 173 orang dites. ‘’Itu juga jadi pertimbangan apakah semuanya nonreaktif atau reaktif,’’ ujar kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pacitan tersebut.

Pertimbangan lain, dampak sosial lingkungan tersebut kelak. Terlalu lama diisolasi dikhawatirkan bakal mengganggu psikologi warga. Sebaliknya, jika kuntara dibuka, potensi penularan bakal kembali mengancam. ‘’Ada kemungkinan diperpanjang. Apalagi jika masyarakat Desa Kembang menginginkan setelah dievaluasi pihak pemerintah desa,’’ tutur Rahmad.

Saat karantina wilayah dilanjutkan, konsekuensinya TGTP wajib menyiapkan anggaran tambahan untuk warga terdampak. Salah satunya, menyediakan bahan pangan sehari-hari. Terdapat ratusan warga di lingkungan tersebut yang butuh anggaran banyak. ‘’Masih dirapatkan dulu, saran klinis ditampung, saran wilayah ditampung, dan juga dari gugus, sehingga keputusannya fixed,’’ jelasnya.

Terkait penambahan wilayah lockdown di Pacitan, pihaknya belum mewacanakan. Termasuk menambah wilayah di Dusun Krajan, Kembang, tersebut. Wilayah episentrum penularan lain, seperti di wilayah Tulakan serta Ngadirojo, Pacitan. ‘’Tergantung keadaan nanti. Sementara kita rapid test dulu dan tracing,’’ ujarnya. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close