Nasib 206 CPPPK Belum Jelas

15
Winarko Arief - Kepala BKPPD Ponorogo

‘’PPPK ini sesuatu yang baru bagi daerah. Tapi, pemerintah pusat tidak memberi arahan yang jelas seputar itu.’’ Winarko Arief, Kepala BKPPD Ponorogo

————–

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Rekrutmen calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) awal tahun ini menyisakan persoalan. Hingga kini, pemerintah pusat tak kunjung memberi kejelasan terkait pemberkasan dan pengangkatan mereka.

Padahal, 206 orang lolos seleksi sejak April lalu. Sehingga, mereka masih bekerja sesuai status lama. ‘’Kami sudah sampaikan ke pusat, tapi belum ada instruksi lebih lanjut,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Ponorogo Winarko Arief Rabu (11/9).

Ratusan CPPPK yang lolos seleksi tersebut berasal dari tenaga guru, kesehatan, hingga penyuluh pertanian. Termasuk para guru honorer kategori dua (K-2). ‘’Apa saja berkas yang diminta, belum ada petunjuk dari pusat,’’ ujarnya.

Winarko menyebut, sementara ini mereka masih bekerja di lembaga masing-masing. Belum berstatus PPPK lantaran secara resmi belum diangkat. ‘’PPPK ini sesuatu yang baru bagi daerah. Tapi, pemerintah pusat tidak memberi arahan yang jelas seputar itu,’’ sebutnya.

Meski begitu, pemerintah pusat kembali meminta daerah merekrut CPPPK. Bahkan, pusat mematok target seluruh aparatur sipil negara (ASN) non-pegawai negeri sipil (PNS) harus dikonversi jadi PPPK pada 2023. ‘’Kalau sekarang masih macam-macam istilahnya. Seperti tenaga honorer, K-2, maupun guru dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT),’’ urainya.

Pusat sudah minta daerah mengusulkan formasi untuk rekrutmen CPPPK gelombang kedua tahun ini. Termasuk formasi CPNS. Pemkab Ponorogo mengusulkan 531 formasi. Perinciannya, 177 CPNS dan 345 CPPPK.

Sejatinya, lanjut Winarko, rencana rekrutmen itu dikritisi banyak daerah. Lantaran pusat hanya menyuruh tanpa memberi kejelasan pengangkatan mereka. Pekan lalu, Winarko dan kepala badan kepegawaian dari sejumlah daerah lain sempat dikumpulkan di Sumenep.

Dalam pertemuan itu, banyak daerah sambat akan nasib para CPPPK yang masih menggantung hingga kini. ‘’Dalam forum itu, pusat juga belum menjawab keresahan daerah. Jadi, sampai sekarang, kami sifatnya hanya bisa menunggu,’’ ungkapnya. (naz/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here