Nasdem dan Gerindra Berpeluang Curi Satu Kursi di Dapil II Ngawi

173

NGAWI – Dominasi caleg dari PDIP dan Golkar pada Daerah Pemilihan (Dapil) Ngawi II rawan goyah. Hal itu dipengaruhi oleh banyaknya caleg dan tokoh-tokoh potensial yang dimunculkan partai politik (parpol) lain. Salah satunya adalah Siswanto dari Partai Nasdem. Mantan Sekda Ngawi itu diprediksi bisa menyodok perolehan kursi PDIP dan Golkar pada Pemilu 2014 lalu. ‘’Minimal sudah memiliki modal ketokohannya,’’ kata pengamat politik Ngawi Agus Muhammad Fathoni kemarin (29/1).

Selain Nasdem, lanjut dia, parpol lain yang berpotensi merusak dominasi PDIP dan Golkar di dapil II adalah Gerindra. Hanya, partai berlambang kepala burung garuda itu perlu kerja keras. Di sisi lain strategi politik yang mereka terapkan tepat. ‘’Kedua partai itu (Gerindra dan Nasdem, Red) memiliki kans lebih besar,’’ ujar Atong, sapaan Agus Muhammad Fathoni.

Peluang mendapat kursi dari dapil II juga diperoleh PKB dan Demokrat. Apalagi, dua partai itu juga memunculkan caleg incumbent. Kendati demikian, Atong mengungkapkan partai lain seperti PPP dan PKS bisa saja memberikan kejutan.

Terlebih di dapil tersebut persentase swing voters atau pemilih mengambang tergolong tinggi. Yaitu sekitar 40 persen sesuai hasil survei yang pihaknya lakukan beberapa waktu lalu. ‘’Ini (swing voters, Red) bisa jadi kerugian bagi partai (yang memperoleh kursi pada 2014), tapi sekaligus keuntungan bagi partai lain,’’ ungkapnya.

Berkaca dari hasil survei itu, diperkirakan kejutan bisa saja terjadi saat coblosan 17 April 2019 nanti. Seperti prediksi PDIP dan Golkar bisa tetap mempertahankan tiga kursi atau justru parpol lain yang merusak dominasi dua parpol tersebut di dapil II. ‘’Saya rasa semua kembali ke partai masing-masing, siapa yang lebih pandai memanfaatkan ceruk suara tersisa itulah yang bakal menuai keuntungan,’’ ucapnya. (tif/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here