Ponorogo

Nanang Widyantoro, Mekanik Langganan Pembalap Resmi

Pekerjaan mapan berpenghasilan puluhan juta ditinggalkan Nanang Widyantoro demi menekuni setting motor balap. Jalan panjang ditempuhnya hingga mendapat dukungan keluarga dan kepercayaan pelanggan.

———————–

NUR WACHID, Ponorogo

MOTOR modifikasi khusus drag race berjajar rapi di bengkel samping rumah Nanang Widyantoro. Dengan berbagai macam merek dan spesifikasi. Mulai Yamaha Mio, Yamaha Fiz R, Honda GL Pro, hingga Kawasaki Ninja. Di dekatnya tertata rapi peralatan bengkel. Masuk ke dalam –ke ruang bagian utara– terdapat berbagai perkakas sepeda motor. Mulai bodi, hingga bagian terkecil seperti mur dan baut. Berserakan. Maklum, hari itu Nanang baru saja memindahkan tempat kerjanya ke samping rumahnya di Desa Wayang, Pulung. Sebelumnya, bengkel di pertigaan Jalan Raya Sugihan-Pulung. ‘’Ini baru berkemas. Agak berantakan, mulai ditata,’’ kata Nanang.

Bengkel seukuran 6×8 meter itu menjadi tempat bekerjanya saban hari. Sejak 2014, Nanang memutuskan membuka bengkel motor. Dia rela meninggalkan pekerjaan sebagai teknisi base transceiver station (BTS) atau programing pemancar alat komunikasi 2013 lalu. Sejak 2005, Nanang keliling Indonesia untuk urusan pekerjaan. Sekali memasang alat pemancar, dia mampu bawa pulang penghasilan puluhan juta. ‘’Pas pulang itu utak-atik sepeda motor,’’ kata mekanik kelahiran 1986, itu.

Awalnya, dia mencoba utak-atik motor balap. Ketika itu, dia membuat tim Goib Speed (Gerombolan Iblis Balap) bersama pemuda lingkungannya. Hasil setting balap yang dia terapkan digunakan untuk balap motor. Rupanya, motornya menjadi raja jalanan balap liar malam. Tidak heran Gaib Speed kemudian ditakuti pembalap liar. ‘’Disebut Goib Speed karena waktu itu tidak ada bengkelnya tapi ada motornya dan bisa diadu,’’ terang suami Dewi Yuli Wardani itu.

Semakin lama Nanang semakin keranjingan hobi setting motor balap. Akhirnya memutuskan resign dari pekerjaan lamanya yang telah mapan itu. Pilih menekuni hobi yang dipelajari otodidak tersebut. ‘’Sangat ditentang sama keluarga, baik keluarga maupun istri. Sebenarnya bingung, tapi ini sudah jadi keputusan saya,’’ tuturnya.

Awal 2014, Nanang mulai mendirikan bengkel. Sehari-harinya dia melayani servis sepeda motor. Sampingannya, dia gunakan setting motor balap. Untuk urusan setting balap, kemampuannya tak diragukan lagi. Kejeliannya dalam menyetel karburator, perhitungan noken as, besarnya dan timming pengapian, serta kompresi mesin telah terbukti. Hasil setting motor balap yang digarapnya selalu ditakuti lawan di lintas balap liar. ‘’Ketika itu awalnya masih digunakan balap liar,’’ katanya.

Keikutsertaan Nanang dalam balap liar terus ditentang keluarga. Karena itu, selang beberapa bulan, dia akhirnya beralih ke balapan resmi. Dia hanya melayani setting motor balap untuk balap resmi. Untuk membangun motor balap dari nol, biasanya dia butuh waktu dua bulan. Paling lama sampai empat tahun. Tergantung dari ketersediaan dana dari pemilik motornya. Proses pengerjaan paling sulit dan butuh kejelian adalah bagian noken as. Sebab, itu adalah otaknya dan berpengaruh pada karakter mesin. Sekali garap biasanya dia mendapatkan penghasilan antara Rp 500-700 ribu. ‘’Kalau belum pas, dilepas lalu dipasang lagi. Sampai ketemu setting power, torsi yang bagus,’’ jelasnya.

Sejak meninggalkan balap liar dan terjun ke balap resmi, Nanang mulai mendapat dukungan keluarga. Kendati upaya itu butuh waktu bertahun. Kini, Nanang menjadi jujukan banyak pembalap resmi dari berbagai daerah. Mulai eks Madiun hingga Surabaya. Pun tim Gaib Speed-nya juga menjadi inisiator kelahiran tim-tim balap lain yang selalu menjuarai balap resmi. ‘Alhamdulillah sekarang keluarga mendukung. Gaib Speed ini menjadi induk dari tim-tim lain,’’ ucapnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close