Nama Paron Tinggal Kenangan

68

PARON – Harapan Pemkab Ngawi memiliki stasiun kereta api (KA) beridentitas daerah kian cerah. Tinggal selangkah lagi, lobi yang dilakukan pemkab untuk mengubah nama dan nomenklatur Stasiun Paron, Madiun, jadi Stasiun Ngawi terwujud. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI telah mengeluarkan disposisi terkait itu.

Disposisi yang ditujukan ke Pemkab Ngawi itu meminta konsep pascanomenklatur berubah. Rencana itu juga harus diketahui dan disetujui DPRD Ngawi. ‘’Disposisi Kemenhub sudah kami terima, dan sudah ditindaklanjuti badan perencanaan pembangunan penelitian dan pengembangan (bappelitbang),’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto kemarin (14/4).

Berdasarkan progres yang dilaporkan Kepala Bappelitbang Indah Kusuma Wardhani, butuh persetujuan dewan terkait konsep pengembangan Ngawi pasca-Stasiun Paron berubah nama. Itu  jadi syarat terakhir yang harus dipenuhi pemkab sebelum bertemu Kemenhub. ‘’Setelah ini, semua konsep dan syarat kami kirimkan ke kementerian,’’ tegasnya.

Sodiq menambahkan, salah satu konsep yang dikembangkan yakni perubahan rute transportasi di sekitar stasiun. Itu terkait rute dan pengembangan wisata Ngawi. Sodiq telah membicarakannya dengan organisasi angkutan darat (organda). ‘’Pihak organda setuju. Serta siap menjalankan kebijakan pemkab terkait trayek nanti,’’ klaimnya.

Danik, sapaan Indah Kusumawardhani, juga membenarkan hal tersebut. Stasiun itu juga akan diresmikan ulang oleh PT KAI dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa bagian timur. Peresmian dilakukan setelah stasiun di-upgrade dari tipe dua ke satu selesai. ‘’Malah mereka minta bupati wajib hadir saat peresmian,’’ ujar Danik kepada Radar Ngawi. (ian/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here