Naikkan Kelas Stasiun Barat Butuh Kajian Mendalam

209

MAGETAN – Ternyata cukup sulit untuk membuat Stasiun Barat naik kelas. Pihak PT KAI (Persero) lebih dulu akan melakukan kajian. Upaya itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari surat yang dikirimkan Bupati Magetan Suprawoto. ’’Surat langsung kami teruskan ke PT KAI pusat di Bandung,’’ kata Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko.

Menurut Ixfan, PT KAI pusat yang berhak menentukan penentuan penambahan kereta berikut jadwal. Sesuai permintaan bupati, untuk KA bisnis dan eksekutif bisa transit di Stasiun Barat. Menurut Ixfan,  prosesnya panjang. Harus melalui pengkajian terlebih dahulu. Pun tentunya melibatkan dirjen perkeretaapian. Dampak jika adanya pemberangkatan dan pemberhentian kereta api kelas eksekutif dan bisnis tidak boleh diabaikan. ’’Kami juga masih menunggu keputusan dari pusat,” ujarnya.

Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan yakni pengamanan jika nantinya benar-benar ada penambahan kereta api. Seperti keberadaan peron. Jika restu menambah kereta itu diizinkan, namun peron tidak tersedia, jelas tidak akan bisa dilaksanakan. Pun dengan standard operating procedure (SOP). ’’Pengaruhnya terhadap jumlah penumpang dan pendapatan juga menjadi bahan kajian,” tuturnya.

Apalagi, di wilayah Daop VII semua kelas kereta api berhenti di Stasiun Madiun. Sedangkan di Stasiun Barat hanya kereta api tertentu, yakni kelas ekonomi seperti Pasundan dan Kahuripan. Kecuali jika nantinya bakal dibuka kereta api lokal, seperti yang kini diterapkan di Surabaya. Ixfan menyadari, masyarakat Magetan harus menempuh perjalanan jauh untuk sampai Stasiun Madiun demi naik kereta api eksekutif maupun bisnis.’’Memang yang paling dekat di Stasiun Barat, karena satu-satunya stasiun di Magetan,” ungkapnya.

Namun, dalam kondisi tertentu, kereta api tersebut bisa diberhentikan di Stasiun Barat. Misalnya, ada rombongan bupati Magetan yang hendak melakukan perjalanan jauh.  Paling tidak sebanyak 20 orang. Jika harus ke Madiun, terlalu jauh, maka bisa mengajukan permohonan agar kereta tersebut diberhentikan di Stasiun Barat. ’’Sifatnya hanya insidental,” sebutnya.

Jika penambahan kereta masih gelap keputusannya, namun tidak dengan naik takhtanya Stasiun Barat. Besar kemungkinan stasiun kelas III itu bisa naik kelas. Mengingat saat ini tengah berlangsung pembangunan stasiun baru akibat tergusur proyek kakap double track. Bangunannya lebih luas dan megah. Itu lantaran semua stasiun di wilayah Daop VII Madiun yang terdampak pembangunan rel ganda itu sengaja dibuat lebih megah. ’’Untuk naik kelas, sangat bisa,” pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here