Musnahkan Sarang Tawon, Ini yang Dialami Petugas BPBD

106

MAGETAN – Teror sengatan lebah atau tawon Gung belum juga berakhir. Kali ini dialami oleh Juminem, 61, warga Desa Kuwonharjo, Takeran. Di rumahnya bersarang rumah lebah sebesar helm sepeda motor. Kondisi itu sempat membuat dirinya khawatir. Hingga akhirnya, Juminem melaporkan kasus tersebut ke pihak BPBD Magetan. ‘’Sarang tawon itu ukurannya cukup besar dengan diameter sekitar 50 sentimeter,’’ terang Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra Jumat (10/5).

Proses pemusnahan sendiri berlangsung dramatis. Petugas yang berusaha menyemprotkan cairan pestisida sempat disengat oleh koloni lebah tersebut. Beruntung petugas itu sempat mendapat penanganan medis. Sehingga tidak harus dirawat intensif. ‘’Sudah menjadi konsekuensi petugas jika tersengat, karena saat eksekusi kami langsung berhadapan dengan sarang tawon itu,’’ ungkap Fery.

Dia mengungkapkan itu merupakan pemusnahan sarang tawon yang dilakukan pihaknya selama dua hari terakhir. Sebelumnya, petugas sempat memusnahkan rumah tawon Gung di Bulukerto. Di tempat itu warga setempat sempat menjadi korban karena sengatan lebah tersebut. ‘’Kasus seperti ini sudah terjadi hampir di beberapa tempat,’’ katanya.

Ditanya soal faktor apa yang memicu hal itu terjadi, Fery mengaku belum bisa memberikan penjelasan secara rinci. Namun, dia menduga banyaknya kasus sengatan lebah dan munculnya keberadaan rumah tawon di beberapa rumah warga itu dampak dari perubahan cuaca. ‘’Perubahan cuaca bisa meningkatkan perkembangbiakan lebah secara masif,’’ terang Fery.

Kendati demikian, Fery meminta kepada masyarakat untuk tak segan melaporkan kasus sengatan lebah atau pemusnahan tawon ke pihaknya. Dengan harapan, tidak sampai jatuh korban jiwa akibat sengatan hewan bernama latin Anthophila tersebut. ‘’Yang pasti atap rumah harus sering dibersihkan agar tidak dijadikan sarang lebah,’’ tandasnya. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here