Pengcab ISSI Lama Vakum, Atlet Potensial Telantar

22
ULTAH: Royin Yuni Safitri, cyclist Srikandi CC yang merayakan ulang tahun kemarin juga mendapat kejutan. Sejumlah rekan-rekan gowesnya menyiramkan tepung.

MADIUN – Semangat menghidupkan kembali Pengcab ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia) Kota Madiun yang sudah lama vakum makin menggelora. Tanda-tanda itu muncul setelah para pegiat komunitas sepeda di Kota Madiun berkumpul dan gowes bareng Minggu (23/6). ’’Sudah waktunya ada wadah bagi atlet-atlet muda balap sepeda di Kota Madiun untuk mengukir prestasi,’’ sebut AKP Affan Priyo Wicaksono, cyclist dari Kotama Cycling Club.

Pria yang juga menjabat sebagai Kasatlantas Polres Madiun Kota itu sangat mendukung adanya sebuah kepengurusan baru ISSI. Apalagi, antusiasme dan minat warga Kota Madiun terhadap olahraga sepeda sangat tinggi. ’’Yang jelas, wajib kita munculkan kembali,’’ kata Affan.

Dukungan agar kepengurusan ISSI Kota Madiun kembali eksis juga datang dari ketua IPSM, Sony Hendarto. Dia mengungkapkan sudah saatnya ada pembinaan atlet balap sepeda secara berjenjang. Dengan begitu, kesempatan untuk melahirkan atlet balap sepeda berbakat seperti Ferinanto, Frani dan Catur dapat terwujud. ‘’Selain dikenal mampu melahirkan atlet pencak silat yang hebat, saya berharap Kota Madiun juga bisa melahirkan atlet balap sepeda yang hebat,’’ kata seorang cyclist senior di Kota Madiun itu.

Caretaker Ketua ISSI Kota Madiun Septo Winarko tak menampik kepengurusan ISSI Kota Madiun telah lama mengalami kevakuman organisasi. Dampaknya atlet-atlet balap sepeda potensial yang ada saat ini gagal ikut Porporv 2019. ‘’Langkah pertama tentu kita harus menghidupkan ISSI itu sendiri,’’ ujarnya.

Meski begitu, dia menyebut ada beberapa proses tahapan yang harus dilalui untuk menghidupkan kembali organisasi ISSI tersebut. Seperti mengawalinya dengan membentuk sebuah panitia kecil untuk menggelar musyawarah kota (muskot). Dari situ kemudian klub-klub sepeda yang sekarang sudah ada menentukan calon ketua dan susunan kepengurusan ISSI untuk periode 2019–2023. ‘’Saya sangat mendukung ISSI Kota Madiun bisa aktif kembali. Supaya bisa menjadi wadah atlet-atlet balap sepeda mengukir prestasi,’’ terang Septo.

Menurut dia, muskot mendesak dilaksanakan karena kevakuman organisasi di ISSI Kota Madiun berimbas pada pembinaan atlet ke depannya. Saat ini, lanjut Septo, hampir seluruh atlet muda balap sepeda se-Kota Madiun berlatih tanpa ada tujuan pengembangan prestasi. ‘’Klub-klubnya kebetulan sudah ada. Jadi, kita tinggal mengadakan muskot. Kalau bisa tahun ini kepengurusan baru ISSI sudah ada,’’ harap Septo.

Sementara, Direktur Radar Madiun Aris Sudanang mengapresiasi semakin tingginya animo bersepeda di Kota Madiun. Dia sepakat pula agar ISSI dengan kepengurusan yang baru bisa terbentuk. Namun, program yang dimiliki harus benar-benar fresh. Tidak hanya terpacu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)  saja. Pola pembinaan bisa dilakukan dengan mengirimkan atlet-atlet di event bersepeda. Ada banyak sekali. Seperti Bromo KOM Challenge, Tour de Borobudur, Tour de Ambarukmo, dan lainnya. ’’Beri kesempatan atlet-atlet itu ikut dan mengukir prestasi di event-event itu,’’ ujarnya.

Terpisah, wakil ketua harian II ISSI Jatim bidang pembinaan Guntur Priambodo sangat berharap muskot ISSI Kota Madiun bisa segera dilaksanakan agar pengkot kembali aktif. Apalagi banyak figur yang dinilainya mampu dan layak untuk mengisi kepengurusan baru ISSI Kota Madiun. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here