Musim Penghujan di Pacitan Berasa Kemarau

104

PACITAN – Puncak musim penghujan diprediksi pada Februari ini. Nyatanya, curah hujan di Pacitan biasa-biasa saja. Bahkan, beberapa hari terakhir terik matahari menyengat. Padahal, prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kelas 1 Juanda Surabaya, musim penghujan masih bakal berlangsung hingga April. ‘’Masih pertengahan musim penghujan,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Dianita Agustinawati kemarin (11/2).

Meski tak ada gejala fenomena yang membahayakan, namun dia membenarkan sepekan terakhir cuaca seperti musim kemarau. Dia menyebut peningkatan suhu udara dalam beberapa hari terakhir. Pusat data dan informasi (pusdatin) BPBD mencatat suhu udara di Pacitan antara 26 hingga 28 derajat Celsius. Bahkan, pernah mencapai 30 derajat. ‘’Memang terasa panas meskipun di dalam rumah. Apalagi jika di luar mengenai kulit langsung,’’ ujarnya.

Biasanya peningkatan suhu udara berlanjut hujan setelahnya. Namun, lantaran angin juga berembus kencang, awan yang berpotensi hujan tersingkir. Kalapun hujan, lebih sering lokalan atau tidak merata. ‘’Hujan masih terjadi, hanya tak merata. Kadang di wilayah barat, kadang bergeser ke wilayah kota atau ke timur,’’ paparnya.

Untuk itu, Dianita mengimbau warga untuk waspada terhadap cuaca ekstrem ini. Pasalnya, Pacitan berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia. Sehingga, tak menutup kemungkinan suhu udara berubah dengan cepat. Hujan dengan intensitas lebat diprediksi juga masih akan berlangsung di Pacitan. Dia menyarankan warga yang bermukim di perbukitan tetap waspada.

Menurut dia, meski cuaca panas menyengat, tidak akan membahayakan kesehatan. Hanya, dehidrasi dimungkinkan terjadi karena kehilangan banyak cairan tubuh. Karena itu, lebih baik mengonsumsi banyak air putih. ‘’Supaya aktivitas di luar bisa terus berjalan,’’ pesannya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here