Muryadi Enggan Berpaling dari Usaha Konter HP

82

BISNIS konter handphone (HP) tidak ada matinya. Maklum saja, HP kini seolah sudah menjadi kebutuhan primer. Itu dibuktikan oleh Muryadi yang sekarang sukses dengan konter HP-nya di Jalan Ahmad Yani. ‘’Sudah sejak 2004 lalu membuka konter,’’ kata Muryadi.

Muryadi terbilang bermodal nekat saat hendak membuka konter tersebut. Dia tidak memiliki pengalaman apapun di bidang itu. Awalnya, Muryadi hanya menjual voucher isi ulang pulsa dan beberapa HP bekas. Saat itu, merk Nokia dan Siemens masih merajai pasaran. ‘’Tapi, paling banyak cuma lima biji yang saya pajang di etalase,’’ kenang ayah dua anak itu.

Suami Nanik Sukaesih ini tak puas hanya dengan berbisnis HP bekas. Belakangan, selain produk yang merknya telah dikenal, dia berjualan HP berbasis android keluaran Tiongkok. ‘’Sekarang merk dan tipe HP cepat sekali berkembang. Harus mengikuti. Kalau tidak, bisa kalah saing,’’ katanya.

Meski menjual HP gres, pria kelahiran 6 Mei 1976 itu tetap berniaga produk second. Barang mayoritas diperoleh dari pelanggan yang menukarnya dengan barang baru. ‘’Tapi, tidak semua saya terima. Hanya merk dan tipe tertentu yang kira-kira masih laku dan dicari orang,’’ kata warga Selosari, Magetan, ini.

Muryadi juga harus berani mematok harga bersaing. Pasalnya, konter HP di Magetan tidak hanya ada satu. Bahkan, terkadang dia harus merugi lantaran barang tidak kunjung terjual. ‘’Akhirnya terpaksa banting harga supaya laku,’’ jelasnya.

Bahkan, Muryadi tak jarang menjadikan aksesoris HP stok lama sebagai bonus jika ada yang membeli produk baru. Dia juga beberapa kali membuang aksesoris itu lantaran sudah tidak ada yang mencari. Kasus seperti itu biasanya terjadi pada HP yang sudah tidak lagi diproduksi. ‘’Kalau aksesoris universal masih bisa dijual murah,’’ katanya.

Meski tak lepas dari pasang surut usaha, Muryadi enggan berpaling dari bisnis konter HP. Bahkan, kini dia memiliki dua konter. Selain di Magetan Kota, ada di Gorang-Gareng. Muryadi juga memanfaatkan media sosial untuk menawarkan dagangannya.

Sebelum berkibar dengan usaha konter HP, Muryadi pernah menekuni bisnis mobil bekas. Namun, banyaknya usaha serupa membuat dealernya akhirnya gulung tikar. ‘’Usaha memang bukan untuk coba-coba. Harus benar-benar ditekuni supaya berhasil,’’ pungkasnya. (bel/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here