MUI Telusuri Ajaran Thoriqoh Musa As

430

PONOROGO – Majelis Ulama Indonesia masih belum menarik kesimpulan terkait doktrin kiamat yang beredar luas di masyarakat. Diperlukan penelusuran mendalam untuk menguak kebenarannya.

Ketua MUI Ponorogo Anshor M. Rusdhi belum dapat memastikan tentang keberadaan Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholihiyah (Musa As). Hanya, dia menyayangkan banyak warga yang menjual tanah dan rumah beserta isinya. ‘’Nah, kalau soal doktrin kiamat akan terjadi di desa sana, itu masih kabar burung,’’ katanya.

Dalam beberapa hari ke depan, MUI bersama aparat serta tokoh masyarakat bakal menelusuri kebenaran isu tersebut. Termasuk menelusuri ajaran Thoriqoh Musa As agar situasi tetap kondusif. ‘’Kami sarankan seluruh warga tetap berbuat baik sesuai ajaran,’’ ujarnya.

Pihaknya harus mengetahui secara pasti seperti apa ajaran yang disampaikan di Malang. Sehingga seluruh polemik dapat terjawab. Tidak ada lagi isu yang meresahkan. ‘’Itu fokus kami untuk beberapa hari ke depan,’’ tuturnya.

Anshor juga mengimbau warga tidak menyebar kabar yang belum jelas kebenarannya. Hingga didapatkan informasi yang jelas dari sumbernya langsung. ‘’Semoga segera meredam dan tidak terulang kembali di waktu mendatang,’’ harapnya.

Islam, lanjut Anshor, mewajibkan umatnya mengimani hari akhir. Kapan waktunya, Alquran tidak menyebutkannya. Mengacu pada rukun iman, maka doktrin kiamat yang santernya bakal terjadi pertama kali di Watu Bonang tidak masuk akal. ‘’Yang harus kita yakini, kiamat itu nyata adanya,’’ tegasnya.

Anshor memastikan doktrin kiamat yang berembus itu hanya membuat situasi gaduh. Pihaknya meminta warga tidak menelan mentah-mentah isu yang beredar sebelum mendapatkan fakta sebenarnya. ‘’Kita harus bijak,’’ pintanya. (mg7/c1/fin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here