AdvertorialMadiun

MUI Kota Madiun Optimistis Lima Hari Sekolah Sukses

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun optimistis dengan program lima hari sekolah yang dicetuskan oleh pemkot. Karena program itu dapat menciptakan anak bangsa dengan kualitas pendidikan baik. ‘’Kami optimistis program lima hari sekolah bisa berjalan lancar dan berhasil mendidik anak bangsa yang baik,’’ kata Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo.

Dia berharap seluruh stakeholder mendukung jalannya program lima hari sekolah supaya bisa berjalan baik. Serta melakukan suatu terobosan baru yang bisa memperlancar program tersebut sesuai dengan tupoksinya masing-masing. ‘’Dukungan dari stakeholder akan mendorong suksesnya program lima hari sekolah. Jika seluruh stakeholder serius ikut serta dengan tupoksi masing-masing, Insya Allah lima hari sekolah sukses,’’ jelasnya.

Karena itu, Sutoyo mengajak seluruh guru agama dan kelapa SD dan SMP di Kota Madiun agar tidak setengahsetengah dalam menjalakan serta mengawal program lima hari sekolah tersebut. Karena pelaksanaan program itu bertujuan untuk menciptakan anak didik yang berkarakter dan berakhlak mulia. ‘’Pihak sekolah harus optimal dalam menjalankan program pemkot, terutama dalam segi ilmu keagamaan,’’ tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta masyarakat tidak terlalu khawatir terkait ibadah salat Duhur dan salat Jumat siswa. Karena semua siswa nantinya diimbau untuk melaksanakan salat berjamaan di masjid umum yang dekat sekolah. Maysarakat juga tak perlu risau karena saat ibadah itu dilakukan bakal mendapat pengamanan maksimal dari pihak kepolisian dan satpol pp. ‘’Program lima hari sekolah mempunyai dampak positif yang baik bagi siswanya sendiri,’’ ujarnya.

Bantuan dari pihak kepolisian dan satpol pp memang sangat dibutuhkan untuk memperlancar jalannya ibadah siswa saat salat Duhur dan Jumat di
masjid. Di samping itu, pihaknya juga mengimbau agar takmir masjid memberikan tambahan fasilitas untuk ibadah siswa. Seperti tikar dan terop.

Dalam kesempatan tersebut, Sutoyo mengungkapkan perlunya guru TPA aktif menyesuaikan jam mengajar seiring diterapkannya program lima hari sekolah. Hal tersebut dapat dikoordinasikan dengan pihak SD dan SMP. ‘’Perlu koordinasi dengan pihak sekolah agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan TPA di sekolah dapat berjalan sukses,’’ jelasnya. (ti7/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close